• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Menelisik Makna Ritual Tanpa Busana di Banten, Ini Kata Akademisi

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 12 Maret 2021 - 22:07
in Nusantara
Akademisi Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta) Fadullah.

Akademisi Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta) Fadullah.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Warga Kabupaten Pandeglang, Banten dihebohkan dengan adanya aliran Hakekok yang melakukan ritual tanpa memakai busana. Pemujaan itu direkam oleh warga dan viral di media sosial.

Fenomena sosial ini diyakini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, pernah muncul di beberapa daerah wilayah Banten, dengan kasus yang sama. Sebab, ritual ini merupakan warisan secara turun temurun. Yang menjadi perbincangan hangat di publik pada ritual itu adalah makna dibalik laki-laki dan perempuan secara terang benderang tidak mengenakan busana sehelaipun.

BacaJuga:

Musnahkan 1,3 Ton Ketamin Hasil Penindakan di Perairan Kepri, Bea Cukai dan Aparat Gabungan Selamatkan 6,68 Juta Jiwa

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Moge dan Suku Cadang Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar di Aceh

Merah Putih Raksasa Membentang di Cycloop, Pesan Persatuan Menggema dari Papua

Akademisi Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta) Fadullah mengatakan, ritual dengan tidak memakai busana bukanlah hal yang aneh. Mengingat, kegiatan itu bukan pertama kali ditemukan di Provinsi Banten.

Ia menjelaskan, ritual dengan telanjang adalah tradisi lama. Secara pemaknaan, peribadatan tanpa busana bertujuan agar tidak ada pembatas antara pemuja dengan Tuhannya. Bahkan dalam catatan sejarah, sebelum ada pemurnian islam di Makkah, orang tawaf disekitar Ka’bah bertelanjang.

Lalu mereka mandi dengan air zam-zam dengan bertelanjang juga. Hingga akhirnya kebiasaan itu berubah seperti saat ini.

“Argumen mereka dengan bertelanjang itu adalah tidak ada pembatas antara dirinya dengan Tuhan. Kalau memakai baju itu ada pembatas. Setiap kita lahir dalam keadaan bersih, nggak ada orang lahir pakai baju. Ada muncul di Barat kembali ke alam, tidak pakai baju,” katanya saat di wawancara, Jumat (12/1/2021).

Pengikut aliran Hakekok itu beranggapan, bahwa pakaian merupakan topeng dan bersifat kepalsuan. Hakikat dari ritual itu untuk mencari jati diri. Padahal dalam persfektif agama tidak dibenarkan.

Menurut Dosen Keagamaan Untirta itu, ajaran agama dalam hal islam, memerintahkan umatnya menjaga diri dengan menggunakan pakaian, makan dan minum. Setikanya ada tiga fungsi dari pakaian, yakni identitas, pengaruh dari prilaku dan emosi.

“Itu yang mau dicapai hakikat, itu sudut pandang dia (aliran Hakekok) begitu. Kalau dalam sudut pandang agama tidak benar, karena harus ada kehormatan yang harus di jaga,” terangnya.

Ia menduga, penganut aliran Hakekot sekelompok orang terasingkan dari komunitas sosial dan tidak menjadi keutuhan masyarakat. Sehingga, mereka mencari jalan lain dari abnormal sosial.

Biasanya, motif dari pelaksanaan ritual itu untuk penyugihan, popularitas dan kuasa. Kesulitan hidup juga menjadi faktor penting dalam fenomena sosial ini. Karena beranggapan, ritual itu menjadi jalan untuk memecahkan masalah dalam hidupnya.

“Jadi pakai baju itu keluar dari kejatidirian, keluar dari keaslian. Yang bener itu dalam persfektif ini (aliran hakekok) tidak pakai baju. Tapi perintah agama tidak begitu, diperintahkan unutk berpakaian, makan dan minum,” ujarnya.

“Gejala begini sudah lama dari dulu. Setiap mengalami krisis, awalnya dari pandemi tapi dampaknya ke ekonomi. Bukan hanya ke ekonomi, pikiran dan seterusnya, jadi orang setres. Lalu dia ingin mencari jati diri jalan keluar dari situasi ini,” jelasnya.

Fadullah menilai kegiatan itu bagian dari fenomena sosial atau budaya yang diturunkan. Ritual itu dapat disebut penyimpangan dari agama jika pemujaan itu disebut Islam Hakekok. Alasannya, akulturasi budaya animisme dan dinamisme masih melekat di wilayah Banten.

“Kalau ini Islam Haqiqoh (Hakekok), ada islam di depan. Kita sebut sebuah penyimpangan agama, karena islam tidak mengajarkan seperti itu. Ini bagian dari persembahan baru kelihatan berdoa sambil telanjang. Peritiwa bertelanjang itu sudah lama dan itu universal. Bukan hanya di Pandeglang, itu banyak pecinta alam yang melampaui batas itu sampai bertelanjang,” tukasnya. (Son)

Tags: Aliran SesatHakekokHakekok BalakasutaPandeglangRitual

Berita Terkait.

Komunikasi Jadi Kunci, Pimpinan Lembaga Negara Diminta Tak Berjarak
Nusantara

Musnahkan 1,3 Ton Ketamin Hasil Penindakan di Perairan Kepri, Bea Cukai dan Aparat Gabungan Selamatkan 6,68 Juta Jiwa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:02
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Moge dan Suku Cadang Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar di Aceh
Nusantara

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Moge dan Suku Cadang Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar di Aceh

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:33
Merah-Putih
Nusantara

Merah Putih Raksasa Membentang di Cycloop, Pesan Persatuan Menggema dari Papua

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:04
Kebakaran-Bromo
Nusantara

Kebakaran Bromo Target Padam Jumat, BNPB Kerahkan 3 Helikopter

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:48
Rokok-Ilegal
Nusantara

Perkuat Pengawasan Rokok dan Miras Ilegal, Bea Cukai Morowali Amankan Barang Kena Cukai Ilegal Senilai 178 Miliar Rupiah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:46
Keterbukaan Informasi Publik di Seluruh Kantah Kanwil BPN Banten Kini Jauh Lebih Baik
Nusantara

Keterbukaan Informasi Publik di Seluruh Kantah Kanwil BPN Banten Kini Jauh Lebih Baik

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:10

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2209 shares
    Share 884 Tweet 552
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1280 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1108 shares
    Share 443 Tweet 277
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.