• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dolar Keseleo, Imbas Inflasi Melemah

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 11 Maret 2021 - 08:51
in Ekonomi
Tumpukan uang seratus dolar. Foto : Antara/Shutterstock/pri.

Tumpukan uang seratus dolar. Foto : Antara/Shutterstock/pri.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dolar melemah lagi pada akhir perdagangan Rabu (10/3/2021) atau Kamis (11/3/2021) pagi Waktu Indonesia Barat (WIB). Ini setelah laporan inflasi Amerika Serikat (AS) yang lemah dan lelang obligasi Pemerintah AS 10-tahun kurang antusias, sedangkan mata uang berisiko seperti dolar Australia dan Selandia Baru menguat karena meningkatkan prospek pertumbuhan global.

Harga-harga konsumen Amerika membukukan kenaikan tahunan terbesar mereka dalam setahun, meskipun inflasi yang mendasarinya tetap lemah di tengah permintaan yang lamban untuk jasa-jasa seperti perjalanan maskapai penerbangan, data menunjukkan.

BacaJuga:

Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi

Wamenkop Farida Farichah Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 2026

Jangan Puas Jualan di Dalam Negeri, Mendag Ajak UMKM Serbu Pasar Dunia

Pergerakan tersebut sebagian besar sejalan dengan ekspektasi para ekonom, meskipun inflasi inti naik 0,1 persen dibandingkan perkiraan pasar untuk kenaikan 0,2 persen.

Imbal hasil (yields) obligasi pemerintah AS turun setelah data tersebut dirilis, karena pelaku pasar memperkirakan prospek harga-harga konsumen yang lebih optimis.

Indeks dolar telah mengikuti secara ketat lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tahun ini, baik ketika imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik mata uang maupun saat kejatuhan obligasi mengguncang kepercayaan investor, memicu permintaan untuk aset-aset safe-haven.

“Penggerak pergerakan dolar sejak awal tahun adalah suku bunga AS, dan saya tidak melihat skenario itu berubah,” ujar Joseph Trevisani, analis senior di fxstreet.com.

Imbal hasil obligasi turun dan harga naik setelah lelang obligasi AS 10-tahun menunjukkan permintaan lemah dengan rasio bid-to-cover (ukuran permintaan sekuritas tertentu selama penawaran dan lelang) yang lebih rendah dari rata-rata.

Lelang obligasi pemerintah telah diawasi dengan ketat setelah permintaan yang buruk untuk lelang obligasi AS 7-tahun dua minggu lalu memicu aksi jual obligasi pemerintah. Lelang obligasi pemerintah AS 30-tahun dijadwalkan pada Kamis (11/3/2021) waktu setempat.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekernajang enam mata uang saingannya, turun 0,17 persen menjadi 91,845.

“Obligasi semakin kuat, yang berarti dolar secara relatif berbicara, mungkin kurang menarik,” ujar Axel Merk, presiden dan manajer portofolio di Merk Hard Currency Fund di Palo Alto California.

“Obligasi mengalami aksi jual yang cukup besar dan banyak, akan memiliki pendapat bahwa itu mungkin telah dilakukan secara berlebihan,” tandasnya.

Mata uang-mata uang berisiko termasuk dolar Australia dan Selandia Baru menguat di tengah meningkatnya prospek pemulihan ekonomi global. Dolar Aussie dan Kiwi masing-masing naik 0,27 persen menjadi USD 0,7732 dan USD 0,7186.

Rancangan undang-undang bantuan Covid-19 sebesar USD 1,9 triliun dari Presiden AS Joe Biden memenangkan persetujuan akhir di Dewan Perwakilan Rakyat pada Rabu (10/3/2021). Gedung Putih mengatakan Biden berencana untuk menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang pada Jumat (12/3/2021) dilansir Antara.

Euro menguat 0,16 persen menjadi USD 1,19195 menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (11/3/2021) waktu setempat.

Satu topik diperkirakan akan mendominasi pertemuan ECB: apa yang harus dilakukan tentang kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, yang, jika dibiarkan, dapat menggagalkan upaya untuk mengembalikan ekonomi yang terpukul virus corona ke jalurnya.

Bank sentral Kanada (BoC) pada Rabu (10/3/2021) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada 0,25 persen, seperti yang diperkirakan, dan mengatakan ekonomi Kanada terbukti lebih tangguh daripada yang diantisipasi terhadap gelombang Covid kedua dan langkah-langkah penahanan.

Dolar Kanada, yang telah menjadi salah satu mata uang berkinerja terbaik terhadap greenback, turun tipis 0,06 persen menjadi USD 1,2629. (aro)

Tags: dolarlelangsaham

Berita Terkait.

Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi
Ekonomi

Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:03
Wamenkop Farida Farichah Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 2026
Ekonomi

Wamenkop Farida Farichah Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:02
UMKM
Ekonomi

Jangan Puas Jualan di Dalam Negeri, Mendag Ajak UMKM Serbu Pasar Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:06
Kapal-laut
Ekonomi

PIS Matangkan Strategi Aman, Pertamina Pride dan Gamsunoro Bersiap Tembus Selat Hormuz

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:45
Fun-Run
Ekonomi

UMKM 5K Run Dorong Pengusaha Lokal Rebut Peluang di Tengah Booming Olah Raga Lari

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:24
Maman
Ekonomi

Bonus Demografi di Depan Mata, Maman Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Ekosistem Kuat

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:39

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1129 shares
    Share 452 Tweet 282
  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7146 shares
    Share 2858 Tweet 1787
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran
Olahraga

Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran

Editor Laurens Dami
Minggu, 21 Juni 2026 - 20:52

INDOPOSCO.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 semakin memanas. Empat pertandingan penting akan digelar pada Minggu (21/6/2026) malam hingga...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:16
Gakpo

Cetak Brace ke Gawang Swedia, Brobbey dan Gakpo Masuk Buku Sejarah Oranje

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:42
Floranus

Hasil Piala Dunia: Dominasi Laga, Ekuador Gagal Tembus Benteng Curacao

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:31
Pemain-Timnas-Jerman

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Brace Denis Undav Bawa Jerman Benamkan Pantai Gading

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.