• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Sayangkan Impor Beras, Akademisi Untirta: Optimalkan Hasil Panen Petani

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 6 Maret 2021 - 17:49
in Nasional
Impor Beras
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Aliyth Prakarsa menyayangkan adanya kebijakan impor 1 juta ton beras melalui Perum Bulog untuk memenuhi cadangan beras nasional. Menurut Aliyth, secara ekonomi dan psikologi, hal tersebut akan merugikan petani di saat pandemi seperti ini.

“Panen raya bagi petani itu seperti kabar gembira. Masyarakat di Lebak, Banten misalnya, meski tidak semua petani menkonsumsi sendiri hasil panennya, namun ada juga sebagian petani yang menjual, bahkan tak sedikit juga yang berharap dapat diserap Bulog sesuai dengan HPP. Tentu sudah terbayangkan kegembiraan para petani untuk menanggulangi kesulitan ekonomi selama pandemi,” katanya saat dihubungi, Jumat (5/3/2021).

BacaJuga:

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri Minta Jajaran Dekat dengan Masyarakat

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

Menurut Aliyth yang juga Peneliti Ketahanan Pangan, sekarang ini yang seharusnya Bulog lakukan adalah memastikan menyerap hasil panen di tingkat petani.

“Tapi, adanya impor beras tentunya akan memudarkan kegembiraan mereka, apa jadinya jika hasil panen petani tidak terserap,” ujar Aliyth.

Senada dengan Aliyth, Direktur Eksekutif Rumah Ekonomi Rakyat, Taufik Amrullah juga mempertanyakan keputusan impor beras menjelang panen raya yang puncaknya terjadi pada bulan April nanti. Padahal, Kementerian Pertanian menurutnya berhasil meningkatan produksi padi melalui percepatan tanam padi atau perluasan lahan walaupun dalam ancaman perubahan iklim yang ekstrem.

“Pak Mentan bersama jajarannya di Kementan sudah bekerja keras meyakinkan petani tetap berproduksi di masa pandemi ini. Dan, hasilnya bisa disaksikan secara kasat. Ketersediaan pangan relatif stabil. Bahkan BPS secara resmi sudah menyampaikan ke masyarakat bahwa ada potensi kenaikan produksi. Ini kerja nyata, kerja keras petani dan ini harus dihargai,” kata Taufik.

Lebih lanjut, Taufik mengatakan bahwa akhir Pebruari sudah dimulai panen padi, diperkirakan ini akan berlanjut dengan puncak panen pada April mendatang. Produksi padi yang dihasikan petani menurutnya harus lebih diprioritaskan untuk diserap, ketimbang mendatangkan beras dari luar negeri.

“Sebelum ada keputusan impor beras, harga gabah dan beras di beberapa sentra saja sudah mulai terjadi penurunan. Impor tentu akan menekan, memperparah harga jual di tingkat petani lebih rendah lagi,” ungkapnya.

Pada tahun 2021, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada potensi peningkatan produksi padi sebesar 4,86 juta hektar atau naik sebesar 26,56 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan terjadi karena panen raya di awal tahun, terutama di sejumlah daerah terus menunjukan tren positif.

BPS juga menunjukkan, pergerakan produksi beras tahun 2020 mencapai 54,65 juta ton. Angka ini masih lebih tinggi ketimbang angka tahun 2019 yang hanya mencapai 54,60 juta ton. Adapun total luasan panen pada tahun 2020 mencapai 10,66 juta hektar dengan total produksi padi mencapai 54,65 juta ton (gabah kering giling). (bro)

Tags: Impor BeraspanenPanen Raya

Berita Terkait.

Dedi-Prasetyo
Nasional

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri Minta Jajaran Dekat dengan Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:27
Pengawalan
Nasional

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

Senin, 15 Juni 2026 - 09:07
Presiden-Jerman
Nasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

Senin, 15 Juni 2026 - 08:26
rini
Nasional

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Senin, 15 Juni 2026 - 02:02
irfan
Nasional

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:23
komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5641 shares
    Share 2256 Tweet 1410
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1589 shares
    Share 636 Tweet 397
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1004 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    903 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.