• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

AS Desak Uni Afrika Atasi Krisis di Ethiopia

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 28 Februari 2021 - 18:35
in Internasional
Para pengungsi Ethiopia, yang lari menyelamatkan diri dari konflik yang sedang terjadi di Tigray, menunggu untuk mendapatkan makanan di kamp Um-Rakoba, di perbatasan Sudan-Ethiopia, di Negara Bagian Al-Qadarif, Sudan, Senin (23/11/2020). Foto: Antara/REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah/foc/cfo/aa

Para pengungsi Ethiopia, yang lari menyelamatkan diri dari konflik yang sedang terjadi di Tigray, menunggu untuk mendapatkan makanan di kamp Um-Rakoba, di perbatasan Sudan-Ethiopia, di Negara Bagian Al-Qadarif, Sudan, Senin (23/11/2020). Foto: Antara/REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah/foc/cfo/aa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Sabtu (27/2/2021) menyerukan agar Uni Afrika dan mitra-mitra internasional lainnya membantu menangani krisis yang semakin dalam di kawasan Tigray di Ethiopia utara,

Blinken juga mengutuk dugaan kekejaman yang berlangsung dalam pertempuran di wilayah tersebut.

BacaJuga:

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

KPTDP Gandeng Tony Blair Percepat Pemerintahan Digital Berbasis AI

Run for Free Palestine Jadi Aksi Perdana, Komnas Palestina Resmi Menggalang Solidaritas Warga

“Amerika Serikat sangat prihatin dengan kekejaman yang dilaporkan dan situasi yang memburuk secara keseluruhan di wilayah Tigray di Ethiopia,” kata Blinken seperti dilansir Antara.
“Kami meminta mitra-mitra internasional, terutama Uni Afrika dan mitra regional, untuk bekerja bersama kami mengatasi krisis di Tigray, termasuk melalui tindakan di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan badan-badan terkait lainnya.”

Pernyataan Blinken itu menunjukkan rasa frustrasi yang meningkat ini atas penanganan sejauh ini oleh Ethiopia dan negara tetangganya, Eritrea. Menlu AS menggambarkan keadaan di Tigray sebagai “krisis kemanusiaan yang memburuk”.

Blinken mengeluarkan pernyataan itu sehari setelah Amnesty International merilis laporan, yang menuduh pasukan Eritrea tahun lalu membunuh ratusan warga sipil di Tigray dalam periode 24 jam. Insiden itu digambarkan sebagai potensi kejahatan terhadap kemanusiaan.

Eritrea membantah tuduhan tersebut.

Tentara federal Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mendepak bekas partai penguasa lokal, Tigray People’s Liberation Front (TPLF), dari ibu kota regional Mekelle pada November lalu, namun pertempuran tingkat rendah terus berlanjut.

Sudah ribuan orang tewas dan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi. Wilayah berpenduduk lima juta jiwa itu juga mengalami kekurangan makanan, air, dan obat-obatan.

Ethiopia dan Eritrea membantah bahwa pasukan Eritrea berpartisipasi dalam konflik tersebut, meskipun puluhan saksi, diplomat dan seorang jenderal Ethiopia telah melaporkan keberadaan mereka.

Komisi Hak Asasi Manusia Ethiopia, yang dikelola oleh pemerintah, merilis pernyataan pada Jumat (26/2) –bertepatan dengan laporan Amnesty.

Menurut pernyataan komisi, penyelidikan awal menunjukkan bahwa tentara Eritrea telah membunuh sejumlah warga sipil yang tidak diketahui di Axum, sebuah kota kuno di Ethiopia utara. Pernyataan menyebutkan bahwa pembunuhan itu merupakan pembalasan atas sebuah serangan sebelumnya yang dilancarkan oleh tentara TPLF.

Amnesty International mengatakan tentara Eritrea membunuhi sejumlah pria dan anak laki-laki di jalan-jalan dan yang melakukan penjarahan besar-besaran.

Blinken menyoroti komitmen Ethiopia untuk menjamin ada pertanggungjawaban penuh, termasuk dengan dukungan internasional untuk penyelidikan pelanggaran hak asasi manusia serta dengan menjamin bahwa bantuan kemanusiaan bisa disalurkan tanpa hambatan.

“Penarikan segera pasukan Eritrea dan pasukan regional Amhara dari Tigray adalah langkah penting pertama,” kata Blinken.

“Langkah-langkah itu harus disertai dengan satu deklarasi penghentian permusuhan oleh semua pihak dalam konflik dan komitmen untuk mengizinkan pengiriman bantuan tanpa hambatan kepada mereka yang berada di Tigray.” (bro)

Tags: ASEthiopiaUni Afrika

Berita Terkait.

Sugiono
Internasional

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:41
KPTDP Gandeng Tony Blair Percepat Pemerintahan Digital Berbasis AI
Internasional

KPTDP Gandeng Tony Blair Percepat Pemerintahan Digital Berbasis AI

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:44
Run for Free Palestine Jadi Aksi Perdana, Komnas Palestina Resmi Menggalang Solidaritas Warga
Internasional

Run for Free Palestine Jadi Aksi Perdana, Komnas Palestina Resmi Menggalang Solidaritas Warga

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:01
Asia Tenggara Satukan Kekuatan Riset, ASEAN4TB Siap Percepat Eliminasi Tuberkulosis
Internasional

Asia Tenggara Satukan Kekuatan Riset, ASEAN4TB Siap Percepat Eliminasi Tuberkulosis

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:22
iran
Internasional

Timur Tengah Membara Lagi! AS-Iran Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:11
Drama Penyanderaan 4 WNI di Somalia, DPR Pastikan Pemerintah Siapkan Langkah Berlapis
Internasional

Drama Penyanderaan 4 WNI di Somalia, DPR Pastikan Pemerintah Siapkan Langkah Berlapis

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:17

BERITA POPULER

  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1356 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    920 shares
    Share 368 Tweet 230
  • 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Desak Pengusutan Tanpa Ampun

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
swiss
Olahraga

Argentina vs Swiss: Xhaka Ungkap Tujuan Kelima, Murat Yakin Cium Titik Lemah Tim Tango

Editor Laurens Dami
Jumat, 10 Juli 2026 - 20:44

INDOPOSCO.ID – Swiss tak ingin kisah indah mereka di Piala Dunia 2026 berhenti di babak perempatfinal. Setelah menorehkan pencapaian terbaik...

SelengkapnyaDetails
inggris

Inggris vs Norwegia: Tiga Singa Bertumpu pada Pengalaman, Vikings Kejar Sejarah

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:15
pildun

Spanyol vs Belgia: La Furia Roja Andalkan Pertahanan Sempurna

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:28
Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:40
Hasil Piala Dunia: Tampil Dominan, Prancis ke Semifinal Usai Bekuk Maroko

Hasil Piala Dunia: Tampil Dominan, Prancis ke Semifinal Usai Bekuk Maroko

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:46
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.