• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemerintah Dinilai Antikritik, PKS: Masyarakat Belum Dewasa

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 13 Februari 2021 - 19:50
in Nasional
Ilustrasi. Foto: Screenshot Instagram

Ilustrasi. Foto: Screenshot Instagram

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Amin mengaku prihatin atas sikap kelompok masyarakat yang tidak dewasa dalam melihat setiap pendapat di muka publik. Sementara, pemerintah sendiri telah membuka seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya.

“Pak Joko Widodo sendiri senang dikritik dan membuka seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengkritik dirinya. Dan sudah diperkuat oleh sekretaris kabinet pak Pramono Anung, terbaru lagi KSP (Kantor Staf Presiden) pak Moeldoko juga sudah mempersilahkan untuk mengkritik dan tidak akan ditangkap,” ujar Amin melalui gawai, Sabtu (13/2/2021).

BacaJuga:

Perkuat Fungsi Inti, DPR Desak Anggaran MBG Keluar dari Pos Pendidikan

Wamendagri Wiyagus Ingatkan Kepala Daerah Terus Belajar Cegah Korupsi

Wacana Pembatasan Pertalite: Pengamat Soroti Validasi Data dan Petugas SPBU

“Kalau masyarakat sedikit-sedikit melapor itu tidak dewasa,” tambahnya.

Apabila kemudian ada perlakuan yang tidak adil bagi pengkritik pemerintahan, menurut Anggota Komisi VI DPR RI ini, maka undang-undang (UU) ITE harus direvisi. Karena, tidak sedikit tokoh nasional saat ini menjadi korban di media sosial (Medsos).

“Selevel Pak Din Syamsuddin saja kita tahu, bagaimana nasionalismenya, kontribusi ke negara ini, dicap radikalisme. Kemudian tokoh Kwik Kian Gie, selevel tokoh yang kita tahu perjalanannya sebagai seorang negarawan ini juga dalam Twitternya kurang lebih menuliskan, kini dia takut untuk berpendapat, meskipun itu alternatif konstruktif yang berbeda dengan pemerintah. Karena apa? Kini pak Kwik di-bully oleh buzzer-buzzer,” bebernya.

Lebih jauh Amin, menilai Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) banyak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang merasa mendapat dukungan dari pemerintah. Semestinya, pemerintah harus memberikan perlakuan yang sama dalam penegakkan hukum.

“Ya pemerintah harus obyektif, kalau menggunakan pasal-pasal UU ITE, ya berikan perlakuan yang sama. Jangan lagi ini pendukung saya, ini pendukung pemerintah. Tegakkan hukum secara berkeadilan, baik itu kelompok pendukung atau lawan politik,” katanya.

Sebelumnya, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dilaporkan ke kepolisian oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK).

Pelaporan dilakukan, karena Novel Baswedan mengkritik kasus meninggalnya Soni Ernata alias Maaher At Thuwailibi melalui akun media sosial Twitter. Kritik itu diajukan, karena mendiang Ustaz Maaher meninggal di Rutan Bareskrim Mabes Polri. (nas)

Tags: aminkritiknovel baswedanpks

Berita Terkait.

pelajar
Nasional

Perkuat Fungsi Inti, DPR Desak Anggaran MBG Keluar dari Pos Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:11
wiyagus
Nasional

Wamendagri Wiyagus Ingatkan Kepala Daerah Terus Belajar Cegah Korupsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:28
spbu
Nasional

Wacana Pembatasan Pertalite: Pengamat Soroti Validasi Data dan Petugas SPBU

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:02
siswa
Nasional

Mendikdasmen: Mulai 2027, Jalan Karier Guru PPPK Makin Jelas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:11
nusron
Nasional

Mulai 17 Agustus 17 Kantah Terapkan Peralihan Hak Terintegrasi, Urus Balik Nama Maksimal 10 Hari

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:01
kementan
Nasional

Akselerasi Swasembada Berkelanjutan, Kementan Tingkatkan Inovasi dan Daya Saing Pemuliaan Tanaman

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:22

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.