• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Kanker Otak

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 5 Februari 2021 - 06:01
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Dua wanita anggota DPR Amerika ini diselesaikan dengan ”cara Amerika”. Tidak ada kudeta partai di sana. Maka inilah cara bagaimana demokrasi Amerika menyelesaikan anggota DPR mereka yang dianggap ”parah”.

BacaJuga:

Pulih Percaya

Independensi Habibie

Abu Putih

Tidak ada pergantian antarwaktu di sana. Partai juga tidak bisa menarik kembali anggota DPR-nya.
Maksimum, partai hanya tidak memberikan jabatan di fraksi atau di DPR. Itu pun tidak mudah.

Dua hari lalu, seorang wanita anggota DPR dari Wyoming diusulkan untuk dicopot dari jabatannya. Dia adalah ketua kaukus Partai Republik di DPR. Namanyi: Liz Cheney, 56 tahun. Boleh dikata dia punya jabatan tertinggi ketiga di partai. Dia adalah putri Wakil Presiden Dick Cheney di zaman Presiden George Bush.

Itu gara-gara, Liz Cheney, anggota DPR tersebut, memihak Demokrat. Liz memberikan suara ”setuju” Donald Trump di-impeach. Padahal dia anggota DPR dari Partai Republik.

Begitu bencinya sebagian anggota DPR dari Partai Republik kepada Liz. Sampai sebagian tokoh Republik itu pergi ke dapil (daerah pemilihan) Liz di Wyoming. Untuk kampanye menjatuhkan nama Liz di depan pemilihnya.

Partai tidak punya jalan khusus mencopot Liz. Yang bisa ditempuh adalah: Fraksi Republik di DPR melakukan pemungutan suara: Liz dicopot atau tidak. Kemarin malam WIB. Hasilnya: hanya 60 yang minta Liz dicopot. Selebihnya berpendapat bahwa anggota DPR dipilih oleh rakyat. Boleh bersuara berbeda dari suara partai pengusungnya.

Posisi Liz pun aman. Tinggal apakah di Pemilu yang akan datang dia akan terpilih lagi atau tidak. Trump, kelak, pasti akan ikut kampanye ke Wyoming. Agar Liz tidak dipilih lagi.

Yang lebih sulit adalah sikap Partai Republik kepada wanita satu ini: Marjorie Taylor Greene, 46 tahun. Yang baru terpilih dari dapil 14, negara bagian Georgia.

Begitu banyak yang menginginkan Greene dicopot dari jabatannya di DPR. Ketua Fraksi Republik di DPR sendiri, Kevin McCarthy, menganggap ”dia” sebagai kanker partai.

McCarthy tidak menyebut nama Greene. Tapi karena bahasa Inggris membedakan antara ”he” dan ”she” jelaslah siapa yang dimaksud McCarthy. ”She” itulah kanker partai.

Tapi McCarthy juga tidak bisa berbuat lebih dari itu. Padahal ia dikecam begitu luas: mengapa tidak mengambil tindakan apa-apa kepada ”she”.

Jalan yang akan ditempuh terhadap Greene pun akan sama dengan jalan untuk Liz: akan diadakan pemungutan suara di Fraksi Republik.

Dilakukannya hari ini. Ketika tulisan ini terbit, mungkin sudah ada hasilnya.
”Kanker” apa yang diidap wanita pemberani ini?

Anda pun sudah tahu: ada ”kanker” di otaknya. Dia pendukung supremasi kulit putih radikal. Dia percaya Pemilu curang. Dia percaya Trump-lah yang menang Pilpres kemarin. Dia sendiri pakai masker ”Trump Pemenangnya” saat dilantik di gedung DPR.

Dia juga ingin tokoh Demokrat seperti Nancy Pelosi, Ketua DPR, ”disingkirkan” –kalau perlu lewat peluru ke kepalanya.

Greene percaya penembakan massal pada murid sekolah di Florida dua tahun lalu itu direkayasa. Agar bisa dipakai alasan untuk melarang kepemilikan senjata oleh masyarakat.
Orang tua para korban marah pada Greene. Mereka ikut minta agar Greene mundur.

Seorang ibu, yang anaknya ikut tewas, sampai berani mendatangi Greene. Dia bertanya: benarkah Anda percaya penembakan itu sengaja diatur? “Jawab Greene, tidak percaya,” ujar sang ibu kepada media di AS. “Lalu saya ajak dia bikin pernyataan bersama bahwa dia tidak percaya. Tapi dia tidak mau,” ujar sang ibu.

Sang ibu pun melonjak kejengkelannya pada Greene. Mulutnya tidak bisa dipercaya.
Greene juga percaya pada QAnon, aliran yang memercayai adanya komplotan rahasia pemakan bayi. Mereka itulah yang anti Trump dan anti-Kristus.

Seorang mantan anggota QAnon diwawancarai Andersen Cooper, anchor CNN –yang dikenal anti-Trump. Jawaban mantan anggota QAnon itu lucu sekali. Ketika masih di QAnon, dia juga percaya anchor CNN itu, Andersen Cooper, juga pemakan bayi. “Jadi, Anda percaya saya ini pemakan bayi?” tanya Cooper. “Iya. Waktu itu,” jawab si wanita.

Belum tentu Greene dicopot dari jabatannya. Yang jelas dia tidak bisa dicopot sebagai anggota DPR. Hanya ada satu jalan: dia mengundurkan diri. Itulah sebabnya para anggota DPR dari Demokrat mendesak agar dia mengundurkan diri.

Tapi Greene menolak. Dia masih terus menantang. Pun tidak akan pernah mau minta maaf.
Greene-lah sekarang yang mewakili wajah Trump di perpolitikan Amerika. Dia sekaligus bisa jadi obat bagi siapa saja yang mulai kangen pada Trump. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Pulih Percaya

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Independensi Habibie

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Abu Putih

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Satpam MBG

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Anak Telur

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Dua Menit

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    1651 shares
    Share 660 Tweet 413
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1799 shares
    Share 720 Tweet 450
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    920 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3125 shares
    Share 1250 Tweet 781
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.