• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Telat Vaksinasi

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 1 Februari 2021 - 06:01
in Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Eropa malu sekali –apalagi terhadap Inggris. Nasib vaksinasi di Eropa tiba-tiba tidak jelas. Pun kapan bisa dimulai. Tidak tahu.

BacaJuga:

Danantara Kebut Streamlining BUMN, 800-an Perusahaan Bakal Dipangkas hingga Akhir 2026

DPD RI Dorong RUU Daerah Kepulauan Perkuat Konektivitas dan Hak Masyarakat Adat

BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Tingkatkan Kepatuhan di Sumbarriau-Kepri

Eropa kini justru harus mulai bertengkar. Ia menyesalkan produsen vaksin dari Inggris AstraZeneca. Yang tiba-tiba bersurat bahwa pengiriman vaksinnya tertunda.

Eropa kelihatan marah sekali pada AstraZeneca. Tapi kemarahan itu justru hanya membuka kelemahan Eropa sendiri.

Ternyata bunyi kontraknya dengan AstraZeneca memang lemah. Kontrak itu tidak menyebut rincian tanggal pengiriman. Kontrak itu hanya menyebut ”best effort” sebagai tanggal pengiriman tercepat.

”Best effort” kelihatannya memang meyakinkan. Tapi secara hukum kata itu hampir tidak ada artinya.
Bisa saja AstraZeneca mengatakan sudah berusaha maksimal memenuhi kontrak itu. Tapi kalau nyatanya tidak bisa memenuhi, AstraZeneca tidak bisa dituntut. Yang penting ia bisa membuktikan sudah berusaha keras yang terbaik –best effort.

Aneh juga, Uni Eropa yang begitu modern bisa membuat kontrak seperti itu. Mungkin karena situasi saat itu memang sedang panik. Covid-19 menggila di Eropa. Obatnya belum ada. Pun vaksinnya. Belum ditemukan.

Saat itu AstraZeneca baru memberi harapan: akan bisa menemukan vaksin Covid-19. Eropa sendiri belum yakin apakah vaksin itu bakal benar-benar ditemukan. Karena itu, Eropa hanya tanda tangan kontrak. Tapi tidak segera mengirim uang yang dibutuhkan untuk pengembangan kapasitas produksi.

Eropa ngotot sudah mengirimkan uang itu. Sampai lebih dari 400 juta Euro. Tapi pihak AstraZeneca mengatakan uang itu datangnya telat sekali. Tiga bulan setelah uang dari Pemerintah Inggris tiba.

Inggris kini memang bisa tepuk dada. Keputusannya keluar dari Uni Eropa ternyata tepat. Setidaknya dalam pandemi ini. Inggris bisa membuat keputusan sendiri tanpa persetujuan Eropa. Inggrislah yang pertama mengeluarkan persetujuan penggunaan vaksin Pfizer dari Amerika. Itu pada 1 Desember 2020. Bahkan jauh sebelum Amerika sendiri menyetujuinya.

Inggris juga negara pertama yang melakukan vaksinasi Covid-19. Yang kemudian jadi berita dunia itu. Yang dilakukan terhadap wanita berumur 91 tahun itu.

Sampai kemarin sudah 8 juta penduduk Inggris yang divaksinasi, yakni mereka yang umurnya di atas 70 tahun –umur paling dominan di sana yang rawan meninggal dunia.

Inggris juga jadi pelopor yang lain. Inilah dia: jarak suntikan vaksin pertama dan kedua dibuat 12 minggu. Atau tiga bulan. Bukan tiga minggu seperti yang dilakukan di mana-mana.

Dasar pemikirannya jelas: dengan menjarangkan suntikan kedua akan semakin banyak orang yang segera menjalani vaksinasi suntikan pertama. Menurut Inggris, suntikan pertama itu sudah bisa memunculkan imunitas. Meski angkanya rendah. Tapi angka itu cukup untuk mempertahankan diri dari Covid selama tiga bulan.

Dalam waktu tiga bulan seluruh penduduk Inggris yang ”waji vaksin” sudah mendapat suntikan pertama. Setelah itu barulah dilakukan suntikan kedua. Yakni suntikan untuk memperbanyak lagi angka imunitasnya.

Dengan konsep itu tampaknya Inggris yang akan lebih dulu bisa menuntaskan pandemi ini. Yang sampai kemarin pun belum ada negara lain yang berniat mengikuti caranya.

Lalu bayangkan Eropa. Yang kapan memulainya pun belum bisa ditetapkan. Prancis yang sudah siap menentukan kelompok mana yang akan menjalani vaksinasi pertama langsung menundanya. Demikian juga Spanyol dan Portugal.

Negara-negara Eropa itu kini malu besar. Dan ini sensitif. Bisa memicu ketidakpuasan negara-negara anggotanya. Yang negara-negara itu juga ditekan oleh rakyat mereka masing-masing.

Bayangkan, gambaran kasarnya, Eropa baru mulai dapat jatah vaksin AstraZeneca di akhir Maret. Padahal Indonesia saja, akhir Maret itu, seluruh tenaga medis, pendukung tenaga medis, polisi, tentara, dan pejabat pemerintah sudah selesai divaksinasi. Sehingga, seperti dikatakan Menkes (Menteri Kesehatan) Budi Sadikin, pada 1 April sudah mulai bisa dilakukan vaksinasi untuk masyarakat umum.

Saya harus mengakui Indonesia sangat sigap dalam memutuskan soal vaksin ini. Dengan demikian Indonesia masuk kelompok 40 negara yang sudah mulai melakukan vaksinasi pada Januari 2021.

Tentu langkah 40 negara itu juga akan sia-sia –manakala negara selebihnya tidak segera menuntaskannya. Dalam hal pandemi ini tidak boleh ada istilah ”menang sendiri”. Yang menang itu akan kalah lagi ketika ada virus dari ”negara kalah” ke ”negara menang” –di saat keampuhan khasiat vaksinasi sudah berakhir.

Mungkin Eropa perlu segera menyetujui penggunaan vaksin baru produksi Johnson & Johnson. Dan langsung memesannya. Lewat kontrak yang lebih jelas kepastiannya. Dan jangan lupa: segera kirim uangnya.

Vaksin Johnson & Johnson itu punya keistimewaan tersendiri. Cukup satu kali penyuntikan. Penyimpanannya pun mudah. Bisa di suhu dua sampai delapan derajat Celsius.

Kelemahannya: afikasinya hanya sedikit di atas 60 persen. Kurang lebih sama dengan yang buatan Tiongkok.

Apalagi Johnson Johnson –perusahaan Amerika ini– punya juga fasilitas untuk memproduksinya di Belgia –ibu kotanya Uni Eropa.

Siapa tahu dengan menunggang Johnson & Johnson Eropa bisa mengejar Inggris –agar tidak perlu jadi malu. (*)

Tags: coronavaksin

Berita Terkait.

danantara
Nasional

Danantara Kebut Streamlining BUMN, 800-an Perusahaan Bakal Dipangkas hingga Akhir 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:06
dpd
Nasional

DPD RI Dorong RUU Daerah Kepulauan Perkuat Konektivitas dan Hak Masyarakat Adat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:25
bpjs
Nasional

BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Tingkatkan Kepatuhan di Sumbarriau-Kepri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:19
jmsi
Nasional

UKW JMSI, Wartawan Didorong Tak Terjebak “Jebakan Optik Algoritma”

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05
UMK Binaan Pertamina Dibekali Strategi Menangkan Buyer Global
Nasional

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Dorong Semangat Gotong Royong

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:51
Pemulihan UMKM di Pulau Terluar, Pemerintah Perkuat Ketangguhan Wirausaha Siberut
Nasional

Hilirisasi Nikel Pacu Ekonomi Sulawesi, Pengamat Ingatkan Pentingnya Keberlanjutan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:37

OLAHRAGA

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia
Olahraga

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Justin Hubner memberikan sindiran tajam kepada suporter Timnas Malaysia seusai membawa skuad Garuda melangkah ke...

SelengkapnyaDetails
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3896 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3922 shares
    Share 1569 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.