• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Kementan Lakukan Pola Tanam IP 400, ini Tujuannya

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 19 Januari 2021 - 08:17
in Daerah
Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Suwandi (kiri) bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah), dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. Foto: Kementan untuk INDOPOSCO

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Suwandi (kiri) bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah), dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. Foto: Kementan untuk INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

indoposco.id – Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pola tanam padi dengan indeks pertanaman (IP) 400 yang dikelola dalam klaster kawasan berbasis korporasi petani.

Penerapan pola tanam padi IP 400 merupakan salah satu langkah meningkatkan produksi sehingga ketersediaan beras dalam negeri benar-benar mampu dipenuhi sendiri, bahkan surplusnya dapat diekspor. IP 400 adalah cara tanam dan panen empat kali dalam satu tahun pada lahan yang sama.

BacaJuga:

Kabut Asap Selimuti Medan, Pertamina Sumbagut Turun Tangan Lindungi Masyarakat

Gubernur Banten: Linmas Itu Dekat dengan Rakyat, Harus Humanis dan Lindungi Kelompok Rentan

Bea Cukai Sumbawa Amankan 1,88 Juta Batang Rokok Ilegal hingga September 2026

“Tujuannya apa? meningkatkan luas tanam dan produksi untuk ketahanan pangan, penghasilan petani meningkat dan sekaligus sebagai solusi penurunan luas tanam akibat alih fungsi lahan sawah,” kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi, di Jakarta, awal tahun kemarin.

Ia menjelaskan, idealnya IP400 dikembangkan di sawah irigasi teknis dengan ketersediaan air sepanjang tahun, bukan daerah endemis hama dan pada hamparan sawah yang cukup seragam. Apakah bisa berhasil? Kunci keberhasilan ada di air, mekanisasi dan penggunaan benih umur genjah dan super genjah dengan persemaian di luar (sistem culik, dapog, tray).

Beberapa varietas padi umur genjah seperti Silugongo dipanen umur 80 sampai 90 hari setelah semai (HSS), Dodokan (100 HSS), Inpari 12 (99 HSS), Inpari 13 (99HSS), Inpari 11 (105 HSS), Inpari 18 (102 HSS), Inpari 19 (103 HSS), Inpari 20 (104 HSS), Inpari Sidenuk (103 HSS), Inpari Pajajaran (105 HSS) dan Inpari Cakrabuana (105 HSS). Dengan teknik semai benih diluar areal tanam berumur 15 sampai 25 HSS dan langsung ditanam, berarti waktu panen lebih cepat dihitung dari hari setelah tanam (HST)

“Penggunaan pupuk organik dan pengurangan secara bertahap pupuk kimia, pengendalian hama terpadu, manajemen tanam dan panen yang singkat dan efisien, 5 sampai 10 hari dengan mekanisasi,” jelasnya.

Sebagai teladan pengaturan waktu tanam, Suwandi menyebutkan IP400 telah salah seorang petani di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Mlale, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Pada musim tanam kesatu (MT-1) ditanam tanggal 20 November dan dipanen umur 90 HST tanggal 17 Februari. Pada MT-2 ditanam pada 22 Februari dan dipanen umur 85 HST tanggal 16 Mei. Pada MT-3 ditanam 21 Mei dan dipanen umur 90 HST tanggal 18 Agustus. Selanjutnya MT-4 ditanam 30 Agustus dan dipanen umur 85 HST tanggal 22 November.

“Jeda waktu dari panen ke tanam hanya 5 sampai 10 hari sehingga perlu mekanisasi kecepatan tanam menggunakan traktor dan panen dengan combine harvester serta lahan diberi bahan dekomposer jerami dan singgang,” ujarnya.

Lebih lanjut Suwandi menjelaskan, areal lahan dipilih relatif bebas dari endemis organisme pengganggu tumbuhan dan bisa diterapkan pola tanam padi tiga kali diselingi palawija atau pola spesifik sesuai kondisi setempat. Dilahan kering tadah hujan pun dapat diterapkan melalui penggunaan sumur/embung/pompa secara integrated farming dimana perputaran penggunaan air dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas beternak, ikan, lele, sayuran, padi, sehingga tidak ada limbah yang terbuang (zero waste).

Oleh karena itu, Suwandi menekankan penerapan IP 400 secara langsung meningkatkan luas tanam padi sehingga target produksi padi pada periode musim tanam I (MT I) Oktober 2020 – Maret 2021 yang setidaknya menjangkau lahan seluas 8,2 juta hektare (ha) dapat dicapai. Alhasil, stok beras awal Januari 2021 mencapai 6 hingga 7 juta ton.

“Produksi Januari -Juni 2021 sebanyak 18,5 juta ton sedangkan tingkat konsumsi beras Januari – Juni 2021 sebesar 15 juta ton sehingga pada akhir bulan Juni 2021 stok beras sekitar 9,5 hingga 10,5 juta ton,” sebutnya.

Suwandi mengatakan, IP400 tentunya sangat mendukung upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan khususnya beras melalui food estate dan budidaya berbasis klaster kawasan. Disamping stimulan bantuan pemerintah, para petani/kelompok tani harus bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk budidaya dan hilirisasi/pengolahan sehingga bisa memberikan nilai tambah.

“Tentunya harus dikelola secara professional melalui korporasi petani. Respon sangat postitif sudah ada usulan 6.582 hektar dari 116 Kabupaten dan 21 Provinsi, bahkan Kabupaten Subang, Brebes, Sragen, Mempawah dan lainnya sudah mulai tanam perdana IP400 pada bulan November 2020,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, telah menerapkan berbagai terobosan untuk terus memacu produksi pangan khususnya beras sebagai komoditas strategis. Memperluas area tanam di sejumlah daerah dan secara masih menerapkan pola tanam padi IP400.

“Kami membuat langkah-langkah tambahan dan perluasan area tanam di 2021. Bahkan besok kami akan masuk ke NTT dan Maluku. Selain itu kami juga memiliki program penguatan diversifikasi pangan lokal,” katanya. (*)

Berita Terkait.

Kabut Asap Selimuti Medan, Pertamina Sumbagut Turun Tangan Lindungi Masyarakat
Daerah

Kabut Asap Selimuti Medan, Pertamina Sumbagut Turun Tangan Lindungi Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:15
soni
Daerah

Gubernur Banten: Linmas Itu Dekat dengan Rakyat, Harus Humanis dan Lindungi Kelompok Rentan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:14
rokok
Daerah

Bea Cukai Sumbawa Amankan 1,88 Juta Batang Rokok Ilegal hingga September 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33
bc
Daerah

Bea Cukai Tanjungpinang Musnahkan Barang Ilegal Rp4,3 Miliar, Potensi Kerugian Negara Rp2,6 Miliar Diselamatkan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:47
donor
Daerah

Bakti BCA Perluas Donor Darah ke Kampus, Ratusan Kantong Darah Terkumpul di Unisma

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:20
Masyarakat Diimbau Tak Khawatir, Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Telah Dialihmediakan
Daerah

Masyarakat Diimbau Tak Khawatir, Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Telah Dialihmediakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:33

OLAHRAGA

gp
Olahraga

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Editor Laurens Dami
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika turut didukung oleh kelancaran logistik lintas negara....

SelengkapnyaDetails
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    1470 shares
    Share 588 Tweet 368
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1064 shares
    Share 426 Tweet 266
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    992 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.