INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengimbau warga pesisir Kalimantan Timur untuk mengungsi menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi, Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB.
“Kewaspadaan serupa juga berlaku untuk Kota Ternate pada pukul 07:43 WIB, Kutai Timur di Kalimantan Timur pukul 07:44 WIB, Kota Tidore pukul 07:46 WIB, hingga wilayah Bulungan pada pukul 08:05 WIB dan Nunukan pada pukul 08:14 WIB,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Hingga saat ini, tim gabungan BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring ketat secara berkala di lapangan guna memantau setiap dampak yang ditimbulkan pasca-gempa serta memastikan kondisi pesisir tetap aman.
“Situasi dan kondisi di lapangan saat ini terpantau aman, tenang, dan terkendali,” ujar Abdul Muhari.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya, telah mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami atas gempa bumi tersebut untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara termasuk Kalimantan Timur.
Di samping itu, BNPB terus memperkuat koordinasi sinergis dalam satu komando bersama tim gabungan lintas instansi di daerah, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga lembaga kemanusiaan dan relawan penanggulangan bencana di lapangan.
“(Gabungan lintas instansi) telah bersiaga penuh untuk memandu dan mengamankan jalur pergerakan warga,” ucap Aam disapanya.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik, memberikan prioritas keselamatan bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak, serta selalu mematuhi instruksi resmi dari petugas lintas instansi yang mengawal situasi di lapangan. (dan)










