Nusantara

Pejabat Dinkes Banten yang Mundur Ingin Minta Maaf ke Gubernur

INDOPOSCO.ID – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang mengundurkan diri, dengan dalih adanya tekanan dan intimidasi, berharap bisa bertemu dengan Gubernur Banten Wahidin Halim untuk meminta maaf dan sekalian curhat (mencurahkan isi hati-red).

Permintaan maaf dan ingin mencurahkan isi hati ini disampaikan oleh para ASN tersebut, saat dilakukan pemeriksaan oleh tim yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Al Muktabar, pasca terungkapnya kasus dugaan korupsi pengadaan masker KN 95 yang merugikan keuangan negara Rp1,6 miliar oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

“Saat kami lakukan pemeriksaan terkait apa motif mereka mundur ramai- ramai. Ternyata mereka ada yang mengaku hanya ikut-ikutan, dan tidak memikirkan dampak dari mundur mereka secara massal tersebut,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin kepada INDOPOSCO, Sabtu (5/6/2021).

Komarudin mengakui, ada satu dan dua orang dari para pejabat tersebut yang bersungguh-sungguh untuk mundur dari jabatan, dan hal tersebut tidak melanggar kode etik pegawai, karena mundur dari jabatan itu merupakan haknya PNS.

”Sebenarnya mundur dari jabatan itu hal bissa dan tidak melanggar kode etik ASN. Namun sangat disayangkan, kenapa mereka mundurnya secara massal. Tentu saja hal ini ada yang menggerakkan,” tutur pria yang akrab disapa Bang Komarudin ini.

Dikatakan Komarudin, pascra mundurnya para pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Dinkes itu, sudah ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi nonjob kepada 20 orang ASN yang mengundurkan diri tersebut.

Bahkan, BKD sudah membuka kesempatan kepada ASN dari Kabupatan/Kota, Provinsi dan Kementerian, untuk mendaftar guna mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh pejabat yang mundur tersebut.

”Kita terpaksa mempercepat penutupan pendaftran dari semula hari Senin (7/6/2021) menjadi Minggu (6/6/2021), mengingat membludaknya pendaftar dari Kabupaten/Kota, Provinsi dan dari Kementerian ada yang ikut mendaftar,” jelas Komarudin.

Hingga saat ini, jumlah pendaftar untuk mengisi 20 jabatan yang kosong sudah mencapai 150 orang. ”Artinya satu posisi jabatan itu peminatnya sebanyak 7 orang,” tukasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 20 pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten ramai-ramai mengundurkan diri dari jabatannya. Dalam isi surat pengunduran diri, ada dua poin yang disampaikan kepada Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten.

Pertama, selama ini mereka mengaku telah bekerja secara maksimal dalam melaksanakan tugas sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan yang dilakukan dengan penuh tekanan dan intimidasi. Kondisi tersebut membuat mereka mengaku bekerja dengan tidak nyaman dan penuh ketakutan.

Kemudian alasan kedua, sesuai perkembangan saat ini, rekan mereka berinisal LS ditetapkan sebagai tersangka pengadaan masker untuk penanganan Covid-19. Padahal, menurut ASN yang mengundurkan diri tersebut, LS dalam melaksanakan tugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai perintah Dinas Kesehatan. Dengan kondisi penetapan tersangka tersebut kami merasa kecewa dan bersedih karena tidak ada upaya perlindungan dari pimpinan.

Atas kedua kondisi itu, mereka menyatakan sikap mengundurkan diri dari pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Ada 20 pejabat eselon III dan IV yang menandatangi pengunduran diri di atas materai. (yas)

Sponsored Content
Back to top button