Nusantara

Duduk Perkara Soal Warisan di Karawang, Buka Pintu Damai

INDOPOSCO.ID – Perselisihan keluarga yang melibatkan Stephanie Sugianto sebagai anak dengan ibunya, Kusumayati di Karawang, Jawa Barat menjadi perhatian publik. Sebab, muncul dianggap anak durhaka karena memproses hukum ibunya.

Isu yang beredar Stephanie menempuh jalur hukum karena meminta warisan. Namun, hal tersebut tidak benar, justu ada dugaan pemalsuan tanda tangan dalam Surat Keterangan Waris (SKW) tertanggal 27 Februari 2013.

Surat itu dibuat di Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat dan notulen RUPSLB PT EMKL Bimajaya Mustika tertanggal 1 Juli 2013. Saudara kandungnya, Dandy Sugianto dan Ferline Sugianto serta pihak notaris turut dilaporkan.

Pengacara Stephanie Sugianto, Zainal Abidin mengklarifikasi pemberitaan secara sepihak yang merugikan kliennya. Padahal kliennya sedang memperjuangkan keadilan.

“Ini berita-berita yang sepihak. Tidak ada itu fakta seperti itu,” kata Zainal Abidin di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2024).

Pihaknya mengikuti dari tingkat penyidikan, kejaksaan hingga ke pengadilan. Bahkan majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Karawang, Senin (24/6/2024) mengajukan berdamai karena ada hubungan kekeluargaan.

“(Berdamai) dan itu dipegang, prinsip itu dipegang oleh Ibu Stephanie sebagai anak,” ujar Zainal.

Ia menjelaskan duduk perkaranya, terjadi pada tahun 2012 silam ketika ayahnya Sugianto meninggal dunia. Ada tenggat waktu 9 tahun, ada yang mengutik-utik warisan keluarganya.

1 2Laman berikutnya
mgid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button