Nusantara

Bunga Bangkai Langka Ditemukan di Area Universitas Bali Internasional

INDOPOSCO.ID – Petugas kebersihan Universitas Bali Internasional (UNBI) Nyoman Agustini (46) menemukan bunga bangkai langka bernama ilmiah Amorphophallus peoniifolius ketika sedang membersihkan bagian belakang pura perguruan tinggi tersebut pada Kamis (27/10).

“Kemarin-kemarin tidak ada dan ketemunya tanggal 27 pagi pas acara gladi wisuda. Ini pertama kali lihat dan biasanya lihat lewat buku saja, mirip bunga raflesia,” kata Agustini di Denpasar, Senin.

Agustini merupakan orang yang pertama kali menyebarkan gambar tanaman tersebut di sosial media.

Berita Terkait

Sementara itu saat dijumpai di Denpasar, Senin, pihak perguruan tinggi yang mengetahui kemunculan flora asing di lingkungan kampus tersebut mengaku akan melakukan konservasi dan penelitian terhadap tiga tanaman yang tumbuh.

“Ini rencananya seperti yang kita lihat di publikasi ilmiah, kita akan publikasikan untuk daerah Tonja, Denpasar. Kita kan menemukan ini di UNBI, kita akan publikasikan dalam bentuk analisis vegetasi Amorphophallus paeoniifolius, seperti apa untuk yang ini,” kata Koordinator Program Studi Farmasi Klinis UNBI Ida Ayu Manik Partha Sutema.

Manik menjelaskan bahwa tanaman berwarna merah gelap menuju ungu berukuran sekitar 30 sentimeter itu merupakan bunga bangkai langka yang umumnya ditemukan di Flores dan Pulau Jawa.

Baca Juga: Melihat Potensi Tanaman Hias di Batu International Orchid Show

Ketika dijumpai di siang hari, tanaman tersebut tak mengeluarkan bau, namun, baunya justru muncul pada malam hari dengan radius satu meter.

Bunga bangkai jenis Amorphophallus peoniifolius itu, kata dia, termasuk yang dapat memproduksi makanan sendiri, berbeda dengan raflesia arnoldi yang membutuhkan inang atau tempat menempel untuk dapat tumbuh.

Tanaman dengan jenis ini diperkirakan tidak akan tumbuh ke atas, melainkan ke samping dengan ukuran maksimal mencapai 50 sentimeter, namun pihak Universitas Bali Internasional belum dapat memastikannya, dan hendak melakukan analisis lebih dalam.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button