Nusantara

Budidaya Ikan Nila di Danau Toba Harus Dipertahankan

INDOPOSCO.ID – Peneliti dari IPB University mengatakan bahwa budidaya ikan nila melalui keramba jaring apung( KJA) yang ada di Danau Toba harus dipertahankan kendatipun pemerintah telah menetapkan Kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata internasional.

Ketua Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat(LPPM) IPB University Prof Manuntun Parulian Hutagaol dalam webinar yang diselenggarakan oleh Pataka bertajuk”Masyarakat, Ekonomi, dan Lingkungan Kawasan Danau Toba” yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa KJA budidaya ikan nila di Danau Toba sudah ada lebih dari 20 tahun lalu dan berkontribusi besar terhadap perekonomian di wilayah tersebut.

Parulian mengatakan omzet dari industri KJA budidaya ikan nila di kawasan Danau Toba bisa mencapai Rp5 triliun per tahun. Selain itu, adanya KJA yang dikelola oleh masyarakat maupun pihak swasta juga berdampak pada perekonomian warga sekitar seperti warung-warung makan.

Baca Juga : Budidaya Ikan Sistem KJA Sukses Majukan Wilayah dan Masyarakat Danau Toba

“KJA ini 40 persen sampai 50 persennya adalah KJA masyarakat yang melibatkan puluhan ribu masyarakat. Artinya ini memberikan pendapatan, menciptakan lapangan kerja, bahkan sampai industri pendukungnya di warung makan,” kata Parulian.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button