Nusantara

Masyarakat Pandeglang Harap Pemerintah Lanjutkan Program BSPS

INDOPOSCO.ID – Masyarakat di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten berharap pemerintah melanjutkan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR di tahun depan. Program BSPS atau bedah rumah dinilai mampu mewujudkan hunian layak, meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian sekaligus menjaga kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini.

Salah seorang penerima bantuan Program BSPS di Kabupaten Pandeglang, Sariyah (56 tahun) mengaku sangat terbantu dengan program perumahan tersebut. Rumah tempat tinggalnya yang sebelumnya kondisinya tidak layak kini trlah berubah menjadi rumah yang layak huni.

“Kami harap pemerintah bisa melanjutkan Program BSPS ini. Sebab manfaatnya sangat kami rasakan dan rumah tempat tinggal kami kini lebih layak huni,” ujarnya.

Sariyah yang kini tinggal bersama cucunya di Desa Perdana Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang, Banten sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang pijit. Penghasilannya pun tak menentu apalagi di masa pandemi saat ini bahkan dirinya sering tidak memiliki penghasilan sama sekali. Rumah yang ditempati juga termasuk dalam kategori tidak layak huni sehingga perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Dulu rumah saya kondisinya benar-benar nggak layak atau bisa dibilang rombeng. Dindingnya cuma dari bambu, lantai seadanya dan atapnya genteng biasa dan sering bocor. Tapi berkat Program BSPS kini rumah saya jadi bagus dan layak,” katanya.

Baca Juga : Kampung Wisata di Papua Dapat Bantuan Program BSPS Rp1,17 M

Hal senada juga disampaikan oleh Sarkem (60 tahun) bersama suaminya R Bana (77 tahun) warga Kampung Bojen Pasar, Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. Mereka yang kini sudah berusia lanjut juga merasa bersyukur bisa mendapatkan Program BSPS dari pemerintah.

“Kami sangat berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian PUPR karena ada Program BSPS ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kalau bisa ya tahun depan Program ini bisa dilanjutkan lagi karena banyak tetangga saya yang juga butuh bantuan ini karena rumahnya banyak yang nggak layak,” katanya.

Sarkem menuturkan, dirinya mendapatkan bantuan Program BSPS senilai Rp20 juta, dengan rincian untuk pembelian bahan material Rp17,5 juta dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Jika dihitung-hitung dana tersebut memang tidak cukup untuk membangun rumah.

Namun dirinya beserta keluarga juga mengumpulkan dana dengan berdagang nasi agar bantuan dari pemerintah tersebut bisa mencukupi untuk pembangunan rumah. Dirinya juga dibantu kiriman dana pembangunan oleh anaknya yang bekerja sebagai TKI di Taiwan sehingga kini rumahnya sudah selesai dibangun.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button