Nusantara

PKL di Rangkasbitung Kibarkan Bendera Putih

INDOPOSCO.ID – Para pedagang kaki lima (PKL) di Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten seperti di kawasan Balong Ranca Lentah, jejeran terminal Bus Mandala, mengibarkan bendera putih tanda “menyerah” seiring dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

“Kami para PKL menyerah dengan kondisi seperti ini. Tolong carikan jalan terbaik yang bisa membantu kami para pedagang kaki lima,” ujar Iman (45), seorang pedagang juice aneka buah-buahan, sambil mengibarkan bendera putih tanda menyerah menghadapi kondisi berjualan yang sepi pembeli, Rabu (28/7/2021).

Ia mengaku, sudah lebih 5 tahun berjualan aneka juice di seputaran Balong Ranca Lentah yang menjadi wisata keluarga di Kota Rangkasbitung tersebut.

”Baru kali ini, kami berjualan rugi terus. Boro-boro untuk bisa menabung, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari saja kami tidak mencukupi,” kata Iman yang juga pengurus perkumpulan para pedagang yang di seputaran Balong Rancalentah.

Iman mengungkapkan, sejak pandemi Covid -19 dengan diberlakukan PSBB, disusul dengan PPKM Darurat dari tanggal 3 Juli – 20 Juli 2021, dan ditambah lagi dengan PPKM level 4 hingga 2 Agustus 2021, jumlah pengunjung ke Balong Rancalentah turun drastis, karena adanya penyekatan jalan protokol oleh petugas.

“Kami para pedagang berharap kepada Pemkab Lebak, agar dicarikan solusi untuk bisa bertahan hidup sampai dengan kondisi bisa berjualan lagi secara normal,” tuturnya.

Yono (53), seorang pedagang pecel lele di kawasan Mandala, juga mengaku terpukul dengan adanya kebijakan PSBB, PPKM Darurat, dan PPKM Level 4, karena durasi berjualan hanya boleh selama 3 jam saja.

”Kami buka pukul 5 sore, dan pukul 8 harus tutup. Apalagi, petugas yang datang patroli dengan jumlah yang banyak, sehingga membuat masyarakat takut untuk keluar rumah,” ujarnya. (yas)

Back to top button