Nasional

TNI AD Turunkan 655 Prajurit dalam Latihan Gabungan Super Garuda Shield

INDOPOSCO.ID – Jajaran TNI AD menurunkan 655 prajurit untuk ikut serta dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2025.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana kepada ANTARA, Kamis (28/8/2025) mengatakan sebanyak 655 personel itu terdiri dari peserta latihan hingga penyelenggara.

“Mereka terdiri dari 145 personel unsur penyelenggara, 162 personel pendukung, dan 348 personel pelaku latihan,” kata Wahyu saat dikonfirmasi.

Wahyu melanjutkan para personel TNI AD yang turun dalam ajang internasional ini terdiri dari beragam satuan seperti Kostrad, Kopassus, Puspenerbad, Pussenif, Pussenarmed, serta beberapa batalyon.

Para prajurit itu akan menampilkan beragam jenis latihan mulai dari infiltrasi wilayah musuh, penanganan khusus antiteror hingga penggunaan ragam alat utama sistem senjata (alutsista)

Ragam skenario latihan itu digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja Sumatera Selatan. Wahyu memastikan seluruh personelnya dan alutsista yang diturunkan dalam kondisi siap untuk menjalankan latihan tersebut.

Dia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kemampuan para prajurit sekaligus mempererat hubungan Indonesia dengan peserta dari negara lain.

Untuk diketahui, Latgabma Super Garuda Shield diikuti oleh 6.501 prajurit dari dalam maupun luar negeri.

Latihan yang dilaksanakan pada 25 Agustus hingga 4 September 2025 ini diikuti 6.501 personel dari 13 negara sahabat.

Indonesia selaku tuan rumah mengirimkan 4.105 personel, sementara Amerika Serikat selaku mitra tuan rumah mengirimkan 1.347 personel.

Sementara itu, Jepang mengirimkan 490 personel, Australia 254 personel, Korea Selatan 100 personel, Belanda 84 personel, Singapura 62 personel, Kanada 35 orang, Prancis 10 personel, Jerman empat personel, Brasil empat personel, Selandia Baru tiga personel, dan Inggris tiga personel.

Latgabma ini juga diikuti 22 orang pengamat dari 12 negara, yaitu Brasil, Kanada, Prancis, Belanda, Inggris, Jerman, Selandia Baru, Papua Nugini, Kamboja, India, Timor Leste, dan Malaysia.

Super Garuda Shield 2025 mengangkat tema komando gabungan bersama melaksanakan operasi gabungan multinasional di wilayah Jakarta, Lampung, Baturaja, dan Dabo Singkep dalam rangka memelihara perdamaian dan menjaga stabilitas di kawasan.

Super Garuda Shield tahun ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam melanjutkan keberhasilan latgabma tahun lalu. Latihan kali ini dilaksanakan dengan skala yang lebih luas dan makna yang lebih mendalam.

Adapun latihan diselenggarakan di Seskoal Jakarta, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Bogor, Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan; dan Puslatpur Marinir IX Dabo Singkep, Kepulauan Riau.

Materi latihan meliputi staffex (mengenai prosedur pengambilan keputusan kepemimpinan dan perintah operasi) serta cyberex (mengidentifikasi, mengamankan, dan mempertahankan diri dari ancaman siber).

Kemudian, materi terkait operasi lintas udara, jungle field training exercise (latihan lapangan), pasukan operasi khusus (materi mengenai aktivitas military free fall infiltrasi dan air assault), serta operasi amfibi oleh prajurit marinir.

Selain itu juga materi terkait engineer civil action project atau pembangunan sarana dan prasarana desa serta combine arm life fire exercise (Calfex), yakni materi mengenai latihan tembakan amunisi tajam terintegrasi antarkecabangan. (dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button