Nasional

Soal Pemanggilan TikTok dan Meta, Pengamat Singgung Propaganda Asing

INDOPOSCO.ID – Pengamat pertahanan dan keamanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi mengatakan, pemanggilan TikTok dan Meta oleh Kementerian Komunikasi dan Digital merupakan langkah strategis menegaskan tanggung jawab platform digital dalam menjaga ruang publik.

Meski ruang digital telah membuka pintu demokrasi, namun kehadirannya membawa paradoks, bahwa kebebasan tanpa batas sering dapat disalahgunakan mengabaikan norma-norma yang ada.

“Kekhawatiran soal kepentingan asing lewat TikTok atau Meta dapat dipahami, karena platform global memang bisa dimanfaatkan memengaruhi opini publik atau menyusupkan propaganda,” kata Khairul Fahmi saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Menurutnya, anonimitas membuat ruang digital mudah berubah jadi arena kebencian, polarisasi, bahkan provokasi. Regulasi dan kehadiran otoritas adalah keniscayaan, meskipun tetap harus dijalankan dengan batas dan definisi yang jelas.

“Yang dibutuhkan adalah orkestrasi lintas lembaga. Komdigi, aparat penegak hukum, dan kementerian/lembaga terkait, agar pengawasan ruang digital lebih sistematis, terukur, dan konsisten,” ujar Fahmi.

Negara harus bisa menunjukkan diri sebagai regulator yang baik, bukan membungkam kebebasan. “Memfasilitasi ruang berpendapat, sekaligus memastikan batas intervensi dilakukan demi kebaikan bersama,” ucapnya.

Ia menambahkan, platform perlu lebih proaktif memerangi hoaks berbasis AI serta konten disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK).

“Ini sejalan dengan prinsip bahwa yang ditindak bukan aspirasi publik, melainkan manipulasi yang merusak demokrasi. Dengan pendekatan seperti itu, pemerintah menempatkan dirinya di jalur yang tepat, yaitu melindungi demokrasi sekaligus kebebasan berekspresi,” imbuh Fahmi.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan memanggil platform TikTok dan Meta terkait beredarnya konten provokatif menyusul aksi unjuk rasa berujung ricuh di depan Gedung DPR pada 25 Agustus 2025.

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo mengaku telah mengkontak Head TikTok Asia Pasifik, Helena. Serta perwakilan mereka di Indonesia.

“Saya minta mereka ke Jakarta, kita akan bercerita tentang fenomena ini. Dan kita juga sudah komunikasi dengan TikTok Indonesia. Dengan Meta Indonesia juga kami sudah komunikasi,” ucap Angga terpisah di Jakarta, Selasa (26/8/2025). (dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button