Karding Akui Keterlambatan Pengiriman PMI Tahun 2025, Ini Alasannya

INDOPOSCO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengatakan, jumlah pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) tahun 2025 belum progresif karena pihaknya memfokuskan pekerja terampil. Sementara pembekalan kecakapan membutuhkan waktu cukup lama.
Target penempatan PMI ke negara tujuan tahun 2025 yakni 400 ribu lebih. Sementara jumlah pekerja migran yang sudah diberangkatkan hingga Juni 2025 hanya 120 ribu. Itu berdasarkan data yang dikantongi Karding.
“Kenapa ini agak lamban? Karena kita memilih yang skill, tidak main berangkat saja. Sementara yang skill ini butuh waktu 3 bulan sampai 6 bulan,” kata Karding di Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Maka itu, pihaknya meminta Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) membantu menyiapkan pelatihan calon pekerja migran Indonesia. Sehingga mereka lebih siap sebelum diberangkatkan ke luar negeri.
“Kita minta tolong kepada Kemenaker untuk menyiapkan dan melatih, minimal 100 ribu calon tenaga kerja. Ini penting agar pekerja kita lebih siap dan terlindungi,” ujar Karding.
Sekaligus membantu mengejar target penempatan PMI tahun 2025. Meski ia belum memastikan realisasi sasaran jumlah pengiriman pekerja migran tersebut.
“Ini untuk memberangkatkan (PMI) sekitar 400 ribu. Baru berangkat sekitar 120 ribu jadi masih ada sekitar 280 ribu,” imbuh Karding.
Di sisi lain, lambannya pemberangkatan PMI ke negara tujuan dipengaruhi gejolak geopolitik global yang sempat memanas belakang ini. “Sekarang ini kita sudah mengirim 124,5 ribu. Ini akan kita genjot karena keadaan geopolitik Internasional ini memang berpengaruh,” imbuh politikus PKB itu terpisah baru-baru ini. (dan)