HeadlineNasional

Cara Terbaik Penanganan Penyebaran PMK adalah Pencegahan, Utamanya Biosecurity

INDOPOSCO.ID – Ketua Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Letnan Jenderal (Letjen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Suharyanto menaruh perhatian besar terhadap progres penanganan PMK di daerah. Ia menekankan, setiap daerah harus memiliki target menjadi daerah bebas PMK tanpa vaksinasi (untuk daerah yang belum tertular atau berada di sekitar daerah wabah). Menurutnya, cara terbaik dalam menekan penyebaran PMK adalah dengan pencegahan.

“Meskipun hewan-hewan sudah divaksin, jika pencegahannya masih belum maksimal, maka penyebaran akan terus meningkat. Karena itu, pemilik hewan ternak diimbau untuk tetap memisahkan hewan yang sudah sembuh dari gejala klinis dari hewan lain yang belum terjangkit,” kata Suharyanto dalam Rapat Koordinasi dengan pemerintah provinsi, dan Kab/Kota se-Aceh saat kunjungannya ke Kantor Gubernur Aceh, Rabu (3/8).

Dalam rapat koordinasi tersebut Ka-Satgas nasional juga mengapresiasi Provinsi Aceh adalah salah satu provinsi yang berhasil dalam penanganan Covid-19, sehingga ia meyakini Provinsi Aceh bisa menangani kasus penyebaran PMK dengan baik, efektif dan efisien.

Berita Terkait

Baca Juga : PMK Merebak di Sulsel, Karantina Pertanian Perketat Lalu Lintas Ternak

Meskipun penyebaran PMK di Aceh cukup masif, namun ada tiga daerah yang masih bebas PMK tanpa vaksinasi, yaitu Kab. Aceh Tengah, Kab. Bener Meriah dan Kabupaten Kepulauan Simeuleu.

Ketua Satgas Nasional Penanganan PMK yang juga Kepala BNPB menjelaskan, ada empat hal yang menjadi strategi utama dalam penanganan kasus penyebaran PMK. Empat hal tersebut adalah Biosecurity, Pengobatan, Potong Bersyarat dan Vaksinasi.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button