Nasional

GP Ansor: Tindakan Tegas Polisi ke FPI di Insiden KM 50 Tak Bisa Dikriminalisasi

INDOPOSCO.ID – Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyatakan, kasus penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat kepolisian di kilometer (KM) 50 Tol Jakarta-Cikampek, 7 Desember 2020 lalu adalah tindakan tegas atas pembangkangan hukum. Dengan dasar ini, maka langkah kepolisian tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai perbuatan pidana karena bagian menegakkan hukum.

“Tindakan aparat penegak hukum yang telah berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan dan sesuai dengan standard operating procedure (SOP), maka tindakan sebagaimana demikian tidak sepatutnya dikriminalisasi,” ujar Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, Abdul Rochman di Jakarta, Jumat (18/2/2022).

Pada kasus ini, dua anggota kepolisian dari Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, yakni Ipda MYO dan Briptu FR diseret ke ‘meja hijau’. Keduanya didakwa dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Baca Juga: GP Ansor Minta Polri Beri Kesempatan Ferdinand Dapat Bimbingan Islam

Menurut Abdul Rochman, insiden di KM 50 tidak akan sampai menimbulkan korban jiwa jika anggota ormas FPI taat dan patuh pada aturan hukum. Namun faktanya, anggota FPI malah bersikap tidak kooperatif terhadap aparat penegak hukum yang tengah menjalankan tugasnya sesuai dengan kewenangan berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button