Nasional

MAKI Desak KPK Terapkan Pasal TPPU Usut Korupsi Dinasti Politik Sumsel

INDOPOSCO.ID – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) penetapan tersangka hasil operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Dodi Reza Alex.

Dodi Reza Alex merupakan putra mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, yang juga lebih dahulu menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di Kejaksaan Agung (Kejagung). Berbagai kalangan menilai Alex Noerdin membangun dinasti politik di Sumsel.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, kepada Indoposco.id, Minggu (17/10/2021) menjelaskan proses dugaan korupsi yang menyangkut proyek-proyek konstruksi di Musi Banyuasin itu bukan hanya terkait OTT, Jumat (15/10/2021) kemarin tetapi juga ada proyek-proyek yang lain.

“Dugaan dari teman-teman MAKI Sumsel, ada juga proyek-proyek lain, yang perlu didalami oleh KPK. Termasuk proyek-proyek jalan yang nilainya ratusan miliar, yang itu hasil utang dari PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur),” ujar Boyamin.

Boyamin menegaskan, kalau proyek yang kecil saja diduga dimainkan, maka dugaan proyek besar pasti dimainkan juga perlu didalami oleh KPK.

“Dari mana itu bisa dimulai, otomatis itu dari penerapan pasal pencucian uang. Dengan menerapkan pasal pencucian uang maka akan didapatkan pola aliran dana atau penyimpanan dana oleh pejabat-pejabat yang kena OTT kemarin. Dan nyatanya juga, dalam OTT Dodi itu diketemukan uang tunai Rp 1,5 miliar. Inilah menjadi dasar desakan kami untuk meminta KPK mengenakan pasal pencucian uang,” tandas Boyamin.

Menurut Boyamin, OTT KPK terhadap Bupati Musi Banyuasin ini mesti dikembangkan lebih luas. Misalnya, terkait dengan mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button