• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dorong Kemandirian Ekonomi, Ponpes Darunnajah Tekankan Urgensi Ditjen Pesantren

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 28 November 2025 - 09:01
in Nasional
kh-sofwan-manaf

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, KH Sofwan Manaf, saat memberikan keterangan kepada INDOPOSCO usai menghadiri Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Kamis (27/11/2025). Foto: Herry Rosadi/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnajah, Kiai Haji (KH) Sofwan Manaf, menegaskan pentingnya segera membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama (Kemenag) RI sebagai upaya memperkuat peran, kualitas, dan kemandirian lembaga pesantren di Indonesia.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Kamis (27/11/2025).

BacaJuga:

Wamendagri Bima Arya Dukung Penguatan Sistem Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Perkuat Layanan Pertanahan, Mendagri dan Menteri ATR/BPN Teken SEB tentang Layanan BPHTB

Praperadilan Ketum Kesthuri Ditolak, KPK: Prosedur Penggeledahan Sah dan Sesuai Hukum

Menurutnya, keberadaan Ditjen khusus pesantren merupakan kebutuhan mendesak karena selama ini pesantren berjalan tanpa dukungan administrasi yang memadai dari pemerintah.

“Pesantren itu kan sudah lama ya, tapi tidak diakui secara administrasi pemerintah, tidak juga dibantu,” ujar Sofwan kepada INDOPOSCO.

Ia menilai momentum perubahan sebenarnya sudah dimulai sejak terbitnya Undang-Undang Pesantren pada 2019 (UU No. 18 Tahun 2019).

“Dalam undang-undang itu ada tiga hal penting, yakni pengakuan, rekognisi, afirmasi dan pendampingan. Nah, yang ini kan soal fasilitasi,” katanya.

Sofwan menyoroti masih kecilnya struktur yang mengurusi pesantren saat ini, yakni hanya direktorat dengan cakupan luas.

“Sekarang ini dengan adanya Direktur-Direktur Pesantren ngurusin 42 ribuan pesantren di Indonesia ini sangat kecil sekali. Karena apa? Karena lokasinya (pesantrennya) tersebar di mana-mana,” tuturnya.

Selain itu, Sofwan juga menyinggung kondisi objektif sebagian besar pesantren yang masih menghadapi keterbatasan dari sisi sumber daya manusia (SDM), finansial, hingga metodologi pembelajaran.

“Mohon maaf, kualitas pesantren itu kan rendah, dari SDM-nya, finansialnya, metodologinya, dan segala macam. Hanya beberapa pesantren yang benar-benar berkualitas,” jelasnya.

Karena itu, ia menilai keberadaan Ditjen Pesantren akan menjadi simpul koordinasi penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas pesantren di seluruh Indonesia.

“Perlunya koordinasi melalui Ditjen ini. Jadi ini sangat penting,” tegasnya.

Namun bagi Sofwan, fungsi yang lebih strategis dari Ditjen Pesantren adalah pada aspek pemberdayaan ekonomi.

“Yang lebih penting lagi sebenarnya bagaimana Ditjen ini hadir sebagai penggerak ekonomi di pesantren. Supaya kalau pesantren mandiri, Insya Allah pesantrennya juga kaya,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kebutuhan paling mendesak yang harus dijawab oleh Ditjen Pesantren, ia menyebut tiga hal, yakni kemandirian ekonomi, pengelolaan wakaf, dan kurikulum.

“Yang paling mendesak ini adalah kemandirian ekonomi. Yang kedua pengelolaan wakaf. Yang ketiga kurikulum,” jelasnya.

Meski kurikulum dapat terus berjalan sambil berproses, Sofwan menegaskan bahwa ekonomi dan wakaf membutuhkan perhatian khusus.

“Kalau kurikulum ini kan bisa sembari jalan ya. Tapi kalau ekonomi, saya rasa urgent. Kemandirian ekonomi ditambah lagi pengelolaan wakaf. Edukasi ya, edukasi,” tambahnya.

Sofwan berharap pembentukan Ditjen Pesantren benar-benar membawa perubahan signifikan bagi kemajuan pesantren, bukan sekadar struktur baru di Kementerian Agama. Dengan tata kelola yang kuat, ia meyakini pesantren akan semakin mampu menjadi pusat pendidikan sekaligus kekuatan ekonomi umat. (her)

Tags: Ditjen Pesantrenkemandirian ekonomikemenagKH Sofwan Manafponpes darunnajah

Berita Terkait.

Wamendagri Bima Arya Dukung Penguatan Sistem Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Nasional

Wamendagri Bima Arya Dukung Penguatan Sistem Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:45
Perkuat Layanan Pertanahan, Mendagri dan Menteri ATR/BPN Teken SEB tentang Layanan BPHTB
Nasional

Perkuat Layanan Pertanahan, Mendagri dan Menteri ATR/BPN Teken SEB tentang Layanan BPHTB

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:30
budi
Nasional

Praperadilan Ketum Kesthuri Ditolak, KPK: Prosedur Penggeledahan Sah dan Sesuai Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:09
bnpb
Nasional

Karhutla Meluas di Sejumlah Daerah di Indonesia, Bromo Terbakar 520 Hektare

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:08
gkr
Nasional

GKR Hemas Dorong Budidaya Ikan Darat Tematik Perkuat Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:57
papua
Nasional

Wamenpar dan Tim Kemenpar Selamat Usai Insiden Festival Lembah Baliem di Papua

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:37

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2464 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2202 shares
    Share 881 Tweet 551
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.