Nasional

Peneliti Apresiasi Pembatalan PPN Jasa Pendidikan

INDOPOSCO.ID – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza mengapresiasi langkah pembatalan terhadap pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa pendidikan yang sempat menjadi wacana di sejumlah pihak pemangku kepentingan.

“(Pembatalan) itu perlu diapresiasi sebagai langkah yang produktif dalam memulihkan dampak pandemi COVID-19 pada sektor ini,”ucap Nadia Fairuza dalam rilis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Bagi ia, dengan pembatalan pengenaan PPN terhadap jasa pendidikan, maka dunia pendidikan kembali bersemangat, terlebih pula setelah adanya pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka( PTM) terbatas di wilayah- wilayah yang terkategori aman dan penerapannya harus terus dibantu oleh kebijakan yang responsif terhadap keadaan.

Ia menilai bahwa apabila pengenaan PPN diberlakukan, maka perihal tersebut akan mempersempit akses kepada pendidikan, terutama bagi masyarakat miskin.

“Banyak sekolah-sekolah, terutama sekolah swasta berbiaya rendah, sudah sulit untuk bertahan di tengah pandemi yang berkepanjangan karena sekolah maupun gurunya sangat tergantung kepada pendapatan orang tua peserta didik yang kini banyak terganggu dalam kondisi sulit seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Pengenaan PPN, lanjutnya, akan sangat berdampak kepada sekolah-sekolah seperti itu.

Ia menegaskan bahwa data BPS per Februari 2021 menampilkan ada 19, 10 juta masyarakat umur kerja yang terdampak pandemi COVID- 19.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button