Pemerintah Akui Tak Mudah Kembangkan Mobil Listrik

INDOPOSCO.ID – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjelaskan pemerintah tetap berkomitmen untuk mengembangkan industri mobil listrik termasuk berbagai infrastrukturnya, walaupun tantangan yang dihadapi tidak akan mudah.
“Perubahan yang cukup radikal ini memang tidak mudah. Tetapi yang paling penting, kita melihat sudah ada komitmen dari pemerintah terhadap mobil listrik,” tutur Moeldoko dalam keterangan tertulis KSP diterima Antara di Jakarta, Rabu (25/8).
Moeldoko menyatakan hal itu disaat mengunjungi Pabrik Wuling Motors di Kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) di Cikarang, Jawa Barat, pada Selasa (24/8).
Menurutnya, Indonesia semakin dekat dengan pengembangan industri mobil listrik. Saat ini infrastruktur untuk kegiatan produksi mobil listrik dalam negeri terus dikembangkan. Tidak hanya itu, beberapa pabrik otomotif dunia dari Jepang serta China juga sudah menunjukkan keseriusan untuk berinvestasi industri mobil listrik di Indonesia.
Akan tetapi, tutur mantan Panglima TNI ini, tantangan yang dihadapi industri mobil listrik di Indonesia tidak akan mudah. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), realisasi total penjualan mobil listrik di Indonesia sepanjang semester pertama 2021 mencapai 1.900 unit. Angka itu tidak berbeda jauh dibandingkan penjualan pada periode yang sama di 2020 yang sebesar 1.234 unit. Sementara itu pasar Indonesia cukup besar, apabila diamati dari penjualan mobil konvensional.
Menurut survei konsultan manajemen Solidiance, tutur KSP, pada 2018 ada 3 faktor penyebab rendahnya minat masyarakat Indonesia terhadap mobil listrik. Faktor itu adalah daya jelajah kendaraan listrik yang terbatas, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang masih minim, serta harga mobil listrik yang masih cenderung lebih mahal dibandingkan mobil konvensional.
Pemerintah, tutur Moeldoko, tidak tinggal diam menanggapi permasalahan itu. Presiden Joko Widodo telah menandatangani Perpres No 55 Tahun 2019 mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Untuk Transportasi Jalan. Pada Maret 2021 lalu, KSP bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) telah menyosialisasikan program penggunaan mobil listrik di lingkungan kementerian serta lembaga melalui program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB).
KSP juga telah menekankan pentingnya pergeseran menuju industri mobil listrik dengan sumber energi terbarukan. Mobil listrik menjadi solusi dalam mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan meningkatkan kualitas lingkungan serta udara. Moeldoko optimistis Indonesia akan mampu meningkatkan peluang untuk menjadi basis produksi serta ekspor KBL-BB.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan telah menyusun Peta Jalan Kendaraan Operasional K/L serta Angkutan Umum dari Kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) ke KBL BB.
Kementerian ESDM bersama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN ditunjuk membangun infrastruktur pendukung berupa SPKLU. Tercatat hingga April 2021 telah dibangun 112 unit SPKLU pada 83 lokasi di Indonesia. Tidak hanya itu PLN juga mempersiapkan berbagai stimulus untuk meningkatkan minat pasar untuk menggunakan KBL-BB. (mg2)