Nasional

DPD Dukung NTT-NTB Jadi Pusat Budidaya Kerapu dan Kakap

INDOPOSCO.ID – Rencana pemerintah menjadikan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pusat budidaya ikan kerapu dan kakap mendapat dukungan dari Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Pembudidayaan dua komoditas ekspor tersebut dinilai dapat menambah devisa negara dari sektor perikanan, di mana NTB dan NTT ditargetkan menjadi andalan budi daya ikan kerapu dan kakap secara nasional pada tahun 2022.

“Budidaya perikanan laut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kita tidak bisa hanya mengandalkan hasil tangkap yang fluktuatif, tapi juga harus melakukan pembudidayaan. Rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan NTT dan NTB sebagai pusat budi daya kerapu dan kakap harus didukung,” kata LaNyalla, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/7/2021).

Menurut Senator asal Jawa Timur itu, ikan kerapu dan kakap merupakan dua komoditas yang sangat potensial. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, kerapu dan kakap sangat berpeluang menguasai pasar internasional.

“Kami mendorong pemerintah segera meningkatkan infrastruktur di NTT dan NTB untuk menunjang target tersebut dan dapat berkembang menjadi tempat terpadu industri kakap dan kerapu.

Lokasi pembudidayaan diharapkan bisa menyediakan fasilitas penyimpanan hasil produksi, maka dibutuhkan sistem cold storage. Bisa juga ditambahkan sebagai tempat industri pengalengan ikan, industri pembuatan fillet ikan, dan lainnya, termasuk lokasi pembibitan kerapu dan kakap yang terpadu dengan tempat pembudidayaannya. Jadi semua berada di satu kawasan. Tapi pengolahan limbah industri harus jelas dan terjamin,” sambungnya.

LaNyalla optimistis pengembangan NTT dan NTB sebagai pusat budidaya kerapu dan kakap akan membuahkan hasil yang baik. Selain membantu pendapatan daerah, tentunya keberhasilan tersebut juga akan berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Neraca perdagangan mutlak harus positif, dengan demikian cadangan devisa dari subsektor kerapu dan kakap bisa meningkat. Pengembangan produksi dua komoditas yang menjanjikan itu harus kita genjot,” kata LaNyalla.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button