Nasional

AMSI: Tidak Mudah Beritakan Kekerasan Seksual di Media Digital

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut mengatakan tidak mudah memberitakan kasus pelecehan dan kekerasan seksual di media digital karena dampaknya kepada keluarga korban maupun pelaku lebih besar.

“Selalu ada relasi kuasa yang timpang antara korban dengan pelaku. Dalam situasi yang tidak adil itu, media harus berpihak kepada korban tetapi tetap menempatkan keberpihakan itu agar tidak menimbulkan implikasi yang lain,” kata Wens dalam seminar daring tentang pers dan keadilan korban kekerasan seksual seperti dilansir Antara di Jakarta, Selasa.

Wens mengatakan sekitar 11 tahun lalu pernah didatangi seorang ibu dan anak laki-lakinya. Ternyata anak laki-laki tersebut pernah menjadi pelaku pelecehan seksual dan saat itu kesulitan dalam mencari kerja bahkan menikah karena perusahaan tempat dia melamar kerja dan calon mertuanya melacak rekam jejaknya melalui pemberitaan di media digital.

Berita Terkait

Ibu dan anak itu meminta agar pemberitaan tentang kasus pelecehan seksual yang pernah dilakukan dihapus dari media digital. Menurut si ibu, anaknya sudah mendapatkan hukuman dari perbuatannya sebelumnya, tetapi mendapatkan hukuman tambahan karena masa depannya juga menjadi tidak jelas.

“Ibunya mengakui anaknya melakukan pelecehan seksual dan sudah dihukum. Namun, saat ini tidak bisa bekerja, tidak bisa hidup, karena pemberitaan di media digital tentang kasusnya,” tuturnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button