Nasional

Ini Sebab Kebutuhan Air Bersih Bertambah di Masa Pandemi

INDOPOSCO.ID – Ketua Indonesia Water Institute (IWI) Firdaus Ali mengatakan, pandemi Covid-19 menuntut masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Dari memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Pandemi Covid-19 menjadi tantangan baru dalam penggunaan air bersih. Karena tuntutan mencuci tangan tentu menggunakan air bersih,” ujar Firdaus Ali dalam acara daring, Kamis (11/2/2021).

Ia menuturkan, air bersih adalah kebutuhan makhluk hidup. Saat ini terjadi beban populasi global yang mencapai 7,6 miliar.

“Semua butuh air bersih, sementara ketersediaan air bersih sangat terbatas. Jadi ada krisis air, dan ini menjadi masalah global. Apalagi seperti Pulau Jawa dengan kepadatan penduduk saat ini,” katanya.

Untuk menjawab tantangan kebutuhan air saat pandemi, dikatakan Firdaus, pihaknya melakukan kajian terkait ketersedian air bersih. Salah satu tujuannya, menurutnya, menyelesaikan masalah air bersih di tanah air, ketahanan air hingga menekan risiko bencana yang disebabkan oleh air.

“Kami lakukan pemetaan kerawanan air di DKI dan studi ini kami lakukan hingga tingkat kelurahan. Tujuannya, untuk membantu pemerintah daerah dalam kerawanan air,” terangnya.

Ia menyebut, kebutuhan mencuci tangan saat pandemi memaksa kebutuhan air bersih bertambah 1,5 liter hingga 2 liter setiap mencuci tangan. Apabila dalam satu keluarga melakukan lima kali mencuci tangan, maka dibutuhkan tambahan air bersih hingga 50 liter.

“Ini belum termasuk kebutuhan air yang lain. Jadi setiap mencuci tangan dibutuhkan tambahan hingga 2 liter air bersih,” ucapnya. (nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button