Pemprov DKI Akan Bangun Sentra Olahraga Bertaraf Internasional

INDOPOSCO.ID – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan pembangunan sentra olahraga bertaraf internasional di GOR Cenderawasih, Jakarta Barat. Proyek ini direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026 dan ditargetkan menjadi pusat pelatihan olahraga bagi atlet difabel maupun non-difabel.
Setidaknya ada 19 cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade akan di TC-kan (training camp) di area yang memiliki luas 70 ribu meter persegi (7 hektar) tersebut. Termasuk pembangunan wisma untuk tempat tinggal para atlet nya, dengan standar hotel bintang 3, seperti fasilitas pusat pelatihan olahraga pelajar (PPOP) Ragunan, Jakarta Selatan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari strategi pembinaan atlet secara berjenjang dan terstruktur yang telah lama diterapkan Pemprov DKI.
“DKI memiliki pembinaan atlet dalam empat lapis, mulai dari tingkat usia dini (POPB), SMA (PPOP), mahasiswa (PPLM), hingga pelatihan daerah. Semuanya didanai penuh oleh Pemprov,” ujar Andri saat ditemui disela-sela Rapat dengan DPRD Provinsi DKI di Kebon Siri, Jakarta Pusat Selasa (8/7/2025).
Menurutnya, GOR Cenderawasih dipilih karena memiliki lahan yang luas dan potensial untuk dikembangkan. Di lokasi tersebut nantinya akan dibangun fasilitas olahraga multiguna yang mendukung berbagai cabang olahraga prioritas, khususnya yang berpotensi masuk dalam skala olimpiade. Sarana yang dibangun juga akan mengakomodasi kebutuhan atlet difabel, namun tetap dapat digunakan bersama oleh atlet non-difabel.
“Fasilitas yang akan kami bangun ini dirancang hingga empat lantai. Lantai pertama akan difungsikan sebagai kolam renang, sedangkan lantai atas akan digunakan untuk cabang olahraga yang memerlukan ruang tinggi seperti bulu tangkis atau voli. Selain itu, akan ada stadion sepak bola, fasilitas UMKM, ballroom, hingga wisma atlet yang terintegrasi,” jelas Andri.
Dia juga menegaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap, dengan estimasi anggaran mencapai Rp 300 miliar untuk tahap awal. “Kami menargetkan tiga tahun pembangunan agar selesai sepenuhnya. Anggaran keseluruhan bisa mencapai Rp 900 miliar, dengan perencanaan dimulai dari sekarang,” tambahnya.
Proyek ini juga menjadi bentuk dukungan Pemprov DKI terhadap peningkatan prestasi atlet nasional, sekaligus menjadikan fasilitas olahraga sebagai sentra pembinaan, kesehatan masyarakat, dan penggerak ekonomi lokal. Gubernur DKI Jakarta, kata Andri, telah memberikan dukungan penuh terhadap rencana ini.
“GOR yang akan dibangun bukan hanya untuk latihan atau pertandingan, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya karakter, mental, dan kebanggaan atlet DKI. Kami ingin menciptakan lingkungan yang kompetitif dan membangun rasa percaya diri, agar atlet-atlet DKI tidak hanya bersaing di tingkat daerah, tapi juga menjadi tulang punggung tim nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dispora juga membuka kesempatan bagi atlet-atlet dari luar DKI, termasuk atlet pelatnas, untuk menggunakan fasilitas yang ada, selama tidak mengganggu jadwal latihan atlet DKI. “Selama fasilitas tidak digunakan oleh atlet kami, silakan digunakan. Ini bagian dari menciptakan kompetisi yang sehat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembinaan, Dispora DKI juga terus mengevaluasi performa pelatih dan program pelatihan. Andri menekankan pentingnya hasil yang terukur dan tidak segan mengganti pelatih jika hasil tidak memuaskan.
“Kami harus objektif. Semua fasilitas, pelatihan, dan anggaran sudah kami siapkan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak berprestasi,” pungkasnya.
Dengan pembangunan GOR Cenderawasih yang modern dan terintegrasi ini, DKI Jakarta berharap dapat mencetak lebih banyak atlet berprestasi nasional dan internasional, serta menjadi model pembinaan olahraga yang efektif bagi daerah lain di Indonesia. (ney)