Lahirkan 7 Rekomendasi, Begini Penjelasan MUI Jakarta

INDOPOSCO.ID – Ketua Seni dan Budaya MUI Jakarta, KH Lutfi Hakim mengatakan, rekomendasi peta jalan kebudayaan terbit karena Jakarta memiliki berbagai pekerjaan rumah (PR) untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Apalagi, Jakarta dicanangkan menjadi kota global seiring lepasnya status ibu kota negara (IKN).
“Jakarta juga punya kekayaan sumber daya manusia (SDM) dalam bentuk kebudayaan, tentu kebudayaan Betawi,” ujar Lutfi Hakim di Jakarta, Selasa (30/7/2024).
Oleh karena itu, lanjut dia, peta jalan ulama dan kebudayaan merupakan dua nilai yang diibaratkan dua sisi mata uang. Satu sisi tidak bisa saling meninggalkan, baik nilai agama dan nilai budaya. Karena masyarakat Betawi adalah masyarakat religius, yang diintegrasikan dalam kebudayaan Betawi.
“Rekomendasi pertama, MUI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat selalu menjaga persatuan dan kesatuan, kenyamanan, dan keteduhan dalam menyikapi perubahan status Jakarta,” katanya.
“Kedua, mengintruksikan optimalisasi dan maksimalisasi struktur MUI Jakarta hingga tingkat kecamatan untuk melakukan penguatan nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, dan keumatan,” imbuhnya.
Lalu rekomendasi ketiga, masih ujar dia, Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jakarta bersama masyarakat akan berperan aktif menjaga dan mengawal nilai-nilai agama dan kebudayaan selama proses perencanaan, penyusunan, pembahasan, dan penetapan peraturan daerah dan peraturan lainnya yang diamanahkan UU Nomor 2 Tahun 2024.
“Kemudian Pemerintah Daerah (Pemda) Jakarta bersama DPRD Jakarta didorong agar melibatkan ulama untuk menjaga nilai-nilai keagamaan dalam setiap kebijakan dan peraturan yang akan diterbitkan, sehingga tidak menjadi kota sekuler,” terangnya.
Menurut dia, rekomendasi kelima, Pemda dan DPRD Jakarta didorong melibatkan ulama, pelaku budaya, dan ormas kebetawian dalam penyusunan dan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pemajuan Kebudayaan dan Ranperda Lembaga Adat Masyarakat Betawi.
“MUI Provinsi Jakarta juga meminta pengembangan budaya yang dilakukan agar memperhatikan budaya lain tanpa mengenyampingkan nilai-nilai keagamaan di Jakarta,” ungkapnya.
“Terakhir, dalam menyikapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024, MUI Provinsi Jakarta mengajak masyarakat yang sudah memiliki hak politik agar menggunakan suaranya dan turut menjaga situasi agar Jakarta tetap aman dan damai tanpa mengabaikan sikap demokratis, jujur,dan adil demi Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Sebelumnya, lokakarya kebudayaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta mengeluarkan tujuh rekomendasi tentang peta jalan (roadmap) kebudayaan kepada seluruh pihak terkait, termasuk masyarakat luas. Lokakarya diadakan pada Selasa (30/7/2024) hingga Rabu (31/7/2024) esok hari. (nas)