Megapolitan

Ortu Siswa Belum Tahu CLM untuk PTM Terbatas

INDOPOSCO.ID – Sejumlah orang tua siswa di SMA Negeri 46 Jakarta, mengaku belum tahu informasi pemanfaatan aplikasi corona likelihood metric (CLM) sebagai media asesmen untuk menentukan boleh tidaknya siswa menjajaki pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Ibu Kota.

Salah satu orang tua siswa, Indah( 49) saat ditemui di SMA N 46 Jakarta, Selasa (31/8), menjelaskan sejauh ini pihak sekolah hanya menggunakan formulir google sebagai media asesmen kesehatan siswa.

dia mengaku kalau aplikasi CLM atau Jak CLM itu belum digunakan sebagai alat untuk menyeleksi kesehatan siswa.

Walaupun begitu, kata ia, asesmen daring dari sekolah sudah cukup mencukupi mengawasi kondisi kesehatan peserta didik yang akan mengikuti PTM.

dia juga menyambut positif keberadaan aplikasi tersebut serta akan mengikuti kebijakan sekolah apabila ke depan menggunakannya, karena hal itu bertujuan untuk pengawasan kesehatan siswa.

“Saya menyambut positif ya, karena itu bentuk pencegahan yang tentu akan lebih lebih bagus. Sehingga orang tua tidak ada rasa kekhawatiran yang berlebih,” tutur Indah, Selasa (31/8).

dia menuturkan asesmen serta sosialisasi dari pihak sekolah sudah memadai dalam mengambil langkah persetujuan PTM.

“Karena sekolah juga sudah menyediakan ketentuan-ketentuannya. Jadi, untuk tahap ini sudah cukup pengawasannya,” tutur ia.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button