Pasien Covid-19 40 Persen Anak, Pemprov DKI Hentikan Ujicoba PTM

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberhentikan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal ini disebabkan oleh lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota.
“Kita stop ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas karena ada peningkatan ksus Covid-19,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Riza Patria dalam keterangan, Sabtu (19/6/2021).
Ia mengatakan, keinginannya agar anak-anak sekolah bisa diselenggarakan secara tatap muka. Namun karena, ada banyak masukan dari berbagai pihak maka, ujicoba PTM terbatas dilakukan.
“Ada hal penting, yakni keselamatan siswa. Karena penularan Covid-19 banyak menimbulkan korban yang tidak sedikit saat ini, yakni mencapai 40 persen,” terangnya.
Dengan penutupan PTM terbatas, menurut Riza, maka pembelajaran dikembalikan ke sistem daring (online).
Lebih jauh dia mengungkapkan, angka keterisian rumah sakit lebih dari 80 persen dan keterisian ruang ICU lebih dari 70 persen. Dan ini menjadi angka tertinggi selama pandemi berlangsung di Indonesia.
“Sekalipun kami meningkatkan fasilitas rumah sakit rujukan 140, puskesmas 290, tingkat kelurahan 44 dan tenaga kesehatan (Nakes) mencapai 147 ribu. Ini semua tidak berarti tanpa diikuti peningkatan kepatuhan protokol kesehatan (Prokes) di masyarakat,” katanya.
Ia menyebut, Pemprov DKI juga meningkatkan terus program vaksinasi. Pada akhir Agustus 7,5 juta dengan sasaran sehari mencapai 100 ribu vaksinasi.
“Kapasitas kami sudah tingkatkan 326 fasiltas kesehatan dan vaksinasi 10 ribu vaksinator per hari dan penyuntikan sehari mencapai 158 ribu perhari,” bebernya.
Target vaksinasi di DKI Jakarta, dikatakan Riza, kurang lebih dalam tahun ini mencapai 8,8 juta. Dalam pelaksanaannya dosis pertama kurang lebih mencapai 3,1 juta dan dosis kedua kurang lebih mencapai 1,8 juta.
“Dibantu vaksin gotong royong kita bisa mempercepat pelaksanaan vaksinasi. Sehingga bisa menurunkan penularan Covid-19,” ujarnya. (nas)