Headline

Usai Persediaan AS Jatuh dan Dolar Melemah, Kini Harga Minyak Naik

INDOPOS.CO.ID – Harga minyak mentah naik untuk hari kedua beruntun pada akhir perdagangan Rabu (28/9/2022) atau Kamis (29/9/2022) pagi WIB, rebound dari kerugian baru-baru ini karena dolar AS mundur dari puncak tertinggi baru 20 tahun dan angka persediaan bahan bakar AS menunjukkan penarikan yang lebih besar dari perkiraan serta peningkatan permintaan konsumen.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November terangkat 3,05 dolar AS atau 3,5 persen, menjadi menetap di 89,32 dolar AS per per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November berakhir melonjak 3,65 dolar AS atau 4,7 persen, menjadi 82,15 dolar AS per barel.

Para analis mengatakan harga minyak, yang turun lebih dari 22 persen selama kuartal ketiga, mungkin mencapai titik terendah karena permintaan China menunjukkan tanda-tanda rebound dan penjualan cadangan strategis AS mendekati penutupan.

“Saya pikir kita berada di posisi terbawah, tetapi akan terus sangat fluktuatif, dan terus menjauhkan uang spekulatif dari pasar ini,” kata Rebecca Babin, pedagang energi senior di CIBC Private Wealth US.

Angka persediaan AS menunjukkan permintaan konsumen rebound, meskipun produk penyulingan yang dipasok tetap 3,0 persen lebih rendah selama empat minggu terakhir dibandingkan periode tahun lalu.

Stok minyak mentah AS turun 215.000 barel dalam minggu terakhir, sementara persediaan bensin turun 2,4 juta barel dan persediaan sulingan sebesar 2,9 juta barel, karena aktivitas penyulingan menurun menyusul beberapa pemadaman.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button