Kasad Andika dan Kasal Yudo Telah Serahkan LHKPN ke KPK

INDOPOSCO.ID – Center for Budget Analysis (CBA) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan audit investigasi atas harta kekayaan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (Kasad) Andika Perkasa. Apalagi sejak menjadi Kasad pada 2018 baru pada 2021 dia melaporkan harta kekayaannya.
“Sesuai peraturan setiap pejabat negara wajib melaporkan harta kekayaannya secara berkala,” ujar Koordinator CBA Jajang Nurjaman di Jakarta, Senin (5/7/2021).
Dia menyebut, total harta yang baru dilaporkan Andika mencapai Rp179.996.172.019 miliar. Harta yang dimiliki Andika tersebut aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp38.164.250.000.
Sejumlah aset itu di antaranya berlokasi di Allen Street Pyrmont di Australia, Cedar Croft Lane Bethesda MD 206814 di Amerika Serikat dan 9 Alloway Court Potomac MD 20854 di Amerika Serikat.
Sebelumnya, KPK telah menerima laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Andika Perkasa. Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Pencegahan KPK Ipi Maryati Kuding mengatakan, pihaknya akan memverifikasi laporan tersebut.
“Benar. KPK telah menerima laporan kekayaan atas nama KSAD melalui aplikasi eLHKPN pada 20 Juni 2021. KPK saat ini sedang melakukan verifikasi administratif atas laporan tersebut,” ujarnya.
Ia menuturkan verifikasi administratif dilakukan dengan meneliti ketepatan dan kelengkapan pengisian LHKPN termasuk surat kuasa mendapatkan data keuangan. Sesuai dengan Peraturan Komisi Nomor 02 tahun 2020, KPK akan menyampaikan hasil verifikasi paling lambat 60 hari sejak LHKPN disampaikan.
“Dan PN (Penyelenggara Negara) wajib melengkapi paling lambat 30 hari setelah menerima pemberitahuan,” kata Ipi.
Ipi menjelaskan perwira tinggi TNI termasuk pemangku jabatan KSAD masuk dalam kategori wajib lapor LHKPN.
Andika bersama dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono disebut-sebut sebagai calon kuat Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.
Dikutip dari situs elhkpn.kpk.go.id, Yudo memiliki harta kekayaan senilai total Rp11,3 miliar. Laporan itu ia sampaikan per tanggal 22 Februari 2021.
Rincian harta itu terdiri dari 18 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Sidoarjo, Kota Surabaya, Bekasi, Sorong, Bogor, Tangerang, dan Madiun dengan nilai keseluruhan Rp6.961.855.000.
Kemudian dua sepeda motor dan dua mobil dengan estimasi harga Rp630 juta; harta bergerak lainnya senilai Rp365 juta; serta kas dan setara kas Rp3,4 miliar.(nas)