Gaya Hidup

Sembelit Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

INDOPOSCO.ID – Puasa seharusnya menjadi momen menyegarkan tubuh dan jiwa. Namun, apa jadinya jika perut terasa penuh, kembung, dan buang air besar (BAB) jadi tersendat?

Ya, sembelit bisa menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan selama berpuasa. Jangan khawatir, kenali penyebabnya dan atasi dengan cara yang tepat.

Sembelit saat puasa sangat umum terjadi di bulan ramadan. Dilansir dari Siloam Hospitals, sembelit terhadap orang yang sedang berpuasa terjadi dikarenakan beberapa hal berikut:

1. Pola Makan Berubah Drastis
Perubahan waktu makan bisa membuat tubuh kekurangan serat dan cairan, yang berakibat pada sulitnya BAB.

2. Kebanyakan Lemak, Kurang Serat
Makanan tinggi lemak seperti gorengan, daging merah, dan makanan cepat saji sulit dicerna, menyebabkan pencernaan melambat.

3. Kurangnya Aktivitas Fisik
Saat puasa, tubuh cenderung kurang bergerak. Akibatnya, sistem pencernaan jadi lamban bekerja.

4. Makan Berlebihan Saat Berbuka
Mengonsumsi makanan dalam porsi besar sekaligus bisa membuat sistem pencernaan ‘kaget’ dan memperlambat pergerakan usus.

5. Kurang Minum Air
Dehidrasi selama puasa membuat feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.

Makanan Penyebab Sembelit

Beberapa makanan yang sering dikonsumsi saat puasa ternyata bisa memicu sembelit jika dikonsumsi berlebihan:

1. Daging merah: Sulit dicerna karena tinggi lemak dan protein.

2. Susu dan olahannya: Kandungan laktosa dan protein dapat memperlambat pencernaan.

3. Makanan olahan: Sosis, kornet, dan makanan kalengan mengandung garam tinggi yang memperburuk sembelit.

4. Makanan tinggi gula: Kolak, es campur, dan kue manis bisa memperlambat gerakan usus.

5. Gorengan: Mengandung banyak lemak trans yang membuat proses pencernaan jadi lebih lambat.

6. Telur: Kurang serat, sehingga sulit dicerna jika tidak dikombinasikan dengan sayuran.

7. Makanan cepat saji: Minim serat dan tinggi lemak, kombinasi yang kurang baik untuk pencernaan.

Tips Jitu Mengatasi Sembelit Saat Puasa

1. Perbanyak Serat
Konsumsi sayur dan buah saat sahur dan berbuka, minimal 4–5 porsi sehari. Buah seperti pepaya, pisang, dan kurma sangat membantu melancarkan BAB.

2. Jaga Asupan Cairan
Gunakan metode 2-4-2: 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur untuk mencegah dehidrasi.

3. Jangan Malas Bergerak
Olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau stretching dapat membantu memperlancar pencernaan.

4. Kelola Stres dengan Baik
Stres bisa mengganggu pergerakan usus. Luangkan waktu untuk relaksasi, meditasi, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.

5. Batasi Makanan Berlemak
Kurangi makanan tinggi lemak agar sistem pencernaan tidak terbebani.

6. Konsumsi Probiotik
Makanan fermentasi seperti yogurt, tempe, dan kefir membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

7. Jangan Menunda BAB
Jika tubuh sudah memberikan sinyal ingin BAB, segera lakukan. Menunda hanya akan membuat feses semakin keras dan sulit dikeluarkan.

Sembelit saat puasa memang mengganggu, tetapi dengan pola makan dan gaya hidup yang tepat, masalah ini bisa dicegah dan diatasi. Jika sembelit terus berlanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terdekat. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button