Membiasakan Tujuh Kebiasaan Positif, Anak Hebat Terbentuk Sejak Dini

INDOPOSCO.ID – Waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB. Siswa-siswi memulai aktivitas pagi dengan senam bersama di halaman sekolah, bagian dari Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat mampu menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif pada anak untuk membentuk pribadi yang hebat,” ujar Kepala SDN Sukasari, Bogor, Nurhayati, usai mendampingi kegiatan, Jumat (29/8/2025).
Gerakan ini meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal.
“Kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu jadi fondasi membangun generasi yang cerdas, sehat secara fisik, spiritual, dan sosial,” terangnya.
Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan kerja sama semua pihak, mulai dari guru, orang tua, dan murid.
“Gerakan ini dilakukan bertahap, disosialisasikan terus menerus dan dipantau pelaksanaannya. Tentunya ini perlu kerja sama semua pihak,” terangnya.
Nurhayati menekankan peran orang tua dengan membangunkan anak lebih pagi, beribadah, sarapan bergizi, bersosialisasi, dan tidur tepat waktu. Di sekolah, siswa diajarkan beribadah, berolahraga, dan gemar belajar.
SDN Otista memiliki program pendukung, seperti Rabu Segar, senam Pancasila, senam Bogor Berlari, dan sikat gigi bersama (Sigiber), untuk membiasakan hidup sehat dan menjaga kebersihan. Ada juga kegiatan akademik pendukung berupa Baca Tulis Al-Quran (BTQ) setiap akhir pembelajaran.
Di tempat yang sama, guru kelas 4, Liry Amilleanda, menjelaskan, pelaksanaan gerakan dipantau lewat jurnal harian yang diisi siswa dan diketahui orang tua. Jurnal ini dievaluasi setiap minggu dan bulan.
“Jurnal ini sangat efektif untuk memantau kegiatan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat di rumah. Nantinya, jurnal ini akan dievaluasi setiap minggu dan setiap bulan. Orang tua juga harus memantau setiap kegiatan anaknya, dan harus jujur dalam mengisi jurnal tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, guru kelas 6, Juwita Indriyani, menambahkan, tujuh kebiasaan dan jurnal melatih siswa bersikap jujur, disiplin, dan rajin belajar. Ia mencontohkan, siswa yang tidur larut malam sering bangun kesiangan, telat beribadah, cepat lelah, dan tidak fokus belajar.
“Lewat jurnal, diketahui anak bermain gadget sampai larut malam. Solusinya, diskusi dengan orang tua supaya anak tidak tidur larut,” kata Juwita. (her)