Pentingnya Menjaga Keselamatan Berkendara Lewat Teknologi Keamanan Ban

INDOPOS.CO.ID – Kasus ban pecah kerap terjadi di jalan raya. Tidak hanya karena kurang angin maupun umur ban, kualitas perawatan ban menjadi faktor kecelakaan tersebut.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pernah mengeluarkan data, jumlah kecelakaan ban pecah mencapai 80 persen di jalan bebas hambatan pada tahun 2019. Kecelakaan akibat pecah ban terbaru menimpa mobil boks di Tol Cinere-Jagorawi (Cijago), Kota Depok pada, Rabu (26/6/2024).
Merespons hal tersebut, Himawan Putra Coorporation (HPC) mengenalkan sebuah mesin pemasangan ban merek Corghi untuk meminimalisir kejadian itu.
CEO PT HPC Prayitno Himawan menegaskan, perawatan ban sendiri tidak bisa dianggap sepele. Sebab selain pada mesin, ban memiliki peran dalam keselamatan berlalu lintas.
Maka itulah, ia meyakinkan tangan terampil diperlukan dalam mengatasi masalah ban. Termasuk memperhatikan mesin Corghi yang dikenal sebagai pelopor mesin pemasangan ban.
“Pentingnya edukasi masyarakat, pelaku usaha perawatan kendaraan, mekanik, teknisi untuk lebih memperhatikan keutamaan perawatan kaki-kaki kendaraan, terutama pengetahuan ilmu bongkar pasang ban demi keselamatan berkendara,” kata Prayitno di Jakarta, Selasa (16/7/2024).
Vice President PT. HPC Kevinski Himawan mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ban bocor atau rusak. Salah penanganan, dapat mengancam keselamatan.
Ada banyak faktor terjadi ban pecah, salah satunya proses penambalan cacing yang umumnya terjadi pada ban tubles.
“Bedanya proses penambalan cacing yang punya kami dilengkapi serat kawat yang begitu dipasang akan menyatu dengan ban. Artinya ancaman tambalan itu terlepas nyari tak mungkin terjadi,” ujar Kevin dalam kesempatan yang sama. (dan)