Gaya Hidup

Simak Ya! Nggak Semua Kasus Saraf Terjepit Perlu Dioperasi

INDOPOSCO.ID – Tidak semua mereka dengan diagnosis saraf terjepit harus menjalani operasi atau pembedahan. Demikian ditegaskan Dokter spesialis orthopedi dan traumatologi dari Universitas Indonesia (UI) dr Asrafi Rizki Gatam SpOT (K-Spine) dan dr Omar Lutfi SpOT dalam sebuah webinar kesehatan mengenai tulang belakang, Minggu (29/8/201).

“Dilihat pasien per pasien, karena tidak semua perlu operasi,” tandas Asrafi. Ada sejumlah prosedur yang biasanya akan dilalui pasien, antara lain mengatasi rasa nyeri melalui obat- obatan seperti penghilang rasa sakit (pain killer), anti-inflamasi, relaksan otot dan vitamin neurotropik untuk memberikan nutrisi pada saraf.

Selain itu, ada juga program rehabilitasi yang diberikan dokter spesialis rehab medik untuk meredakan sakit sekaligus memperkuat otot-otot punggung.

Hanya saja, lanjut Omar, terkadang kedua upaya ini tak selalu bisa menyelesaikan masalah, sehingga diperlukan tindakan manajemen intervensi nyeri (IPM) yang minimal invasif atau meminimalkan luka sayatan seperti radiofrekuensi ablasi (RFA) dan memberikan laser pada bantalan sendi yang mengalami kerusakan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button