• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

3 Faktor Utama Pendorong Kementerian UMKM Kembangkan Mocaf Gantikan Gandum Impor

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 19 Oktober 2025 - 15:36
in Ekonomi
1000354293

Seorang pengunjung memperhatikan kemasan beras Mocaf produksi UD Usaha Mandiri, Banjarnegara, sebagai alternatif pengganti gandum impor. Produk ini menjadi salah satu langkah strategis Kementerian UMKM dalam meningkatkan nilai tambah singkong lokal dan mendukung kemandirian pangan nasional. Foto: Dok. Kementerian UMKM

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan pentingnya pengembangan produksi Modified Cassava Flour (Mocaf) sebagai salah satu langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum.

Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, menyampaikan bahwa Mocaf yang diproduksi oleh UD Usaha Mandiri di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memiliki potensi besar sebagai bahan baku pengganti gandum yang selama ini masih diimpor karena kondisi agroekosistem Indonesia tidak mendukung pertumbuhan tanaman tersebut.

BacaJuga:

BTN Buka KPR hingga 40 Tahun, Dorong Akses Hunian Masyarakat

OSL Indonesia Bawa Standar Global ke SCBD, Perkuat Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital

Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

Dalam kunjungannya ke UD Usaha Mandiri pada Sabtu (18/10/2025), Arif menjelaskan bahwa singkong sebagai bahan baku Mocaf merupakan salah satu produk unggulan daerah yang berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan petani.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendorong proses hilirisasi agar Mocaf dapat bersaing dan menjadi alternatif utama pengganti tepung terigu.

“UD Usaha Mandiri asal Banjarnegara ini sangat membanggakan dan bisa menjadi contoh nyata dalam upaya substitusi impor gandum secara nasional,” ujar Arif.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa total produksi singkong di tujuh kota dan kabupaten di Jawa Tengah mencapai 2,55 juta ton pada 2023, dengan Banjarnegara sebagai salah satu sentra produksi utamanya.

Berkat kolaborasi dan kerja sama Kementerian UMKM, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), UD Usaha Mandiri berhasil menerapkan teknologi pengolahan singkong menjadi Mocaf secara efisien dan berkelanjutan.

Saat ini, sebanyak enam pekerja tetap dan 24 pekerja paruh waktu memproduksi sekitar 60 hingga 100 ton Mocaf per bulan. Produk tersebut telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera, dan Sulawesi, bahkan telah menembus pasar ekspor ke Arab Saudi dan Dubai.

Sebagai satu-satunya pabrik Mocaf di Banjarnegara dan satu dari hanya dua produsen Mocaf di Jawa Tengah, UD Usaha Mandiri kini disiapkan menjadi proyek percontohan nasional. Untuk memperkuat peran strategis tersebut, Kementerian UMKM melalui Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil menyatakan siap bekerja sama dalam mempercepat proses hilirisasi Mocaf.

“UMKM Mocaf bisa naik kelas melalui peningkatan kapasitas produksi dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan begitu, akan terbentuk ekosistem produksi dari hulu ke hilir yang menghasilkan produk berstandar tinggi dan berdaya saing di pasar,” ungkap Arif.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian UMKM akan menyediakan berbagai skema pembiayaan dan membangun rantai pasok bersama para pemangku kepentingan untuk memperkuat industri olahan singkong.

Arif juga menekankan pentingnya penerapan disiplin waktu serta manajemen operasional yang baik dalam proses produksi, karena kedisiplinan menjadi salah satu kunci keberhasilan industri pengolahan pangan berbasis lokal.

Pendamping UD Usaha Mandiri sekaligus peneliti dari Unsoed, Santi Dwi Astuti, mengungkapkan bahwa Mocaf memiliki potensi pasar yang sangat besar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Selain memiliki karakteristik yang mirip dengan tepung gandum, Mocaf bahkan menawarkan keunggulan dari sisi kesehatan. Produk ini bebas gluten, rendah gula, memiliki indeks glikemik yang rendah, dan kaya akan serat, sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh masyarakat dengan kebutuhan kesehatan khusus,” ucap Santi.

Bahan Turunan

Tidak hanya berhenti pada produksi tepung Mocaf, UD Usaha Mandiri juga bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Tani Banjarnegara, Unsoed, dan AMIKOM Purwokerto untuk mengembangkan berbagai produk olahan turunan.

Mocaf kini diolah menjadi berbagai jenis makanan sehari-hari seperti tepung kue, kukis, sereal, mi, dawet, hingga beras analog. Inovasi ini menjadi langkah penting dalam memperluas diversifikasi produk berbasis singkong sekaligus memperkuat daya saing di pasar.

Meski begitu, sebagai pendamping UD Usaha Mandiri, Santi mengakui bahwa pengembangan Mocaf di Banjarnegara masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dari sisi kapasitas produksi, standardisasi mutu, dan strategi pemasaran.

Pemilik UD Usaha Mandiri, Supriyanto, berharap kehadiran Kementerian UMKM dapat mempercepat peningkatan kapasitas produksi sehingga mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

“Agar mempunyai daya saing di pasar domestik, skala ekonomi per unit produksi mocaf harus ditingkatkan minimal menjadi 300 ton per bulan. Namun saat ini, kapasitas produksi UD Usaha Mandiri baru mencapai sekitar 100 ton per bulan,” ujar Supriyanto.

Di sisi lain, kehadiran UD Usaha Mandiri memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Usaha ini membantu petani singkong memperoleh keuntungan yang lebih tinggi karena hasil panen mereka dapat diserap sebagai bahan baku Mocaf dengan harga yang lebih baik dibandingkan jika dijual kepada tengkulak.

“Harapannya, singkong dari petani bisa diserap lebih banyak dengan harga yang lebih tinggi sehingga kesejahteraan mereka semakin meningkat,” tambahnya. (her)

Tags: Gandum ImporKementerian UMKMMocafUMKM

Berita Terkait.

btn
Ekonomi

BTN Buka KPR hingga 40 Tahun, Dorong Akses Hunian Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 01:11
osl
Ekonomi

OSL Indonesia Bawa Standar Global ke SCBD, Perkuat Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital

Senin, 28 September 2026 - 22:22
kemendag
Ekonomi

Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

Senin, 28 September 2026 - 22:02
Terminal LNG Arun
Ekonomi

Terminal Arun Jadi Magnet Baru Bisnis LNG Asia, PAG Kembangkan Layanan GUCD

Senin, 28 September 2026 - 21:31
api
Ekonomi

Dari Pelopor APAR SNI, SERVVO Masuki Babak Baru Fire Protection Systems

Senin, 28 September 2026 - 20:54
bc3
Ekonomi

Dukung Pengembangan UMKM, Bea Cukai Jalin Sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah

Senin, 28 September 2026 - 18:18

OLAHRAGA

puan
Olahraga

Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

Editor Dilianto
Senin, 28 September 2026 - 22:12

INDOPOSCO.ID - Kontingen Indonesia terus menambah medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk emas dari lifter Rahmat Erwin. Ketua DPR...

SelengkapnyaDetails
campus

Campus League The Nationals Badminton Season 1, Expedition Jadi Official Timekeeper

Senin, 28 September 2026 - 15:45
Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Senin, 28 September 2026 - 12:53
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Jelang Lawan Malaysia di GBK, John Herdman Usung Misi “Melindungi Tanah Air”

Senin, 28 September 2026 - 12:00
Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Senin, 28 September 2026 - 10:20

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3904 shares
    Share 1562 Tweet 976
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1110 shares
    Share 444 Tweet 278
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    1039 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.