• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Emas Turun karena USD Menguat Jelang Data Inflasi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 11 Januari 2023 - 10:12
in Ekonomi
emas

Ilustrasi emas batang dan perhiasan yang harganya naik mencapai angka Rp1.033.000 per gram pada Selasa (10/1/2023). Foto: Antara/Suriani Mappong

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga emas melemah pada akhir perdagangan Selasa (10/1) atau Rabu (11/1) WIB menyusul aksi ambil untung dari kenaikan dua sesi sebelumnya karena USD lebih kuat ketika para pedagang menunggu data inflasi Amerika Serikat (AS) pekan ini untuk membantu memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, merosot USD1,30 atau 0,07 persen menjadi ditutup pada USD1.876,50 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di USD1.885,20 dan terendah sesi di USD1.872,00, seperti dikutip dari Antara, Rabu (11/1).

BacaJuga:

PIS Tancap Gas di Laut Dunia, 94 Persen Awak Kapal Tetap Pelaut Indonesia

Inklusi Nyata, Program PDC Dorong Difabel Tembus Batas Sosial

Bolt Rayakan 9 Tahun Lewat “Boltversary”, Gabungkan Edukasi, Hiburan, dan Aksi Sosial

Emas berjangka terangkat USD8,10 atau 0,43 persen menjadi USD1.877,80 pada Senin (9/1), setelah melonjak USD29,10 atau 1,58 persen menjadi USD1.869,70 pada Jumat (6/1), dan tergelincir USD18,40 atau 0,99 persen menjadi USD1.840,60 pada Kamis (5/1).

USD menguat pada Selasa (10/1) karena pelaku pasar menunggu data inflasi utama AS, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,23 persen menjadi 103,2360.

Greenback yang lebih kuat membuat harga-harga komoditas berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi para investor pemegang mata uang lainnya. Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengurangi daya tarik emas.

Fokus minggu ini juga tertuju pada data inflasi indeks harga konsumen AS, yang diperkirakan akan semakin melambat pada Desember dari bulan sebelumnya. Tetapi pasar akan mengamati dengan cermat laju pelambatannya, mengingat tren inflasi masih jauh di atas kisaran target tahunan Fed.

Di sisi lain, permintaan safe haven yang meningkat juga dapat mendorong harga emas karena pasar semakin waspada terhadap potensi resesi tahun ini di tengah inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga.

Data aktivitas bisnis yang suram dari beberapa ekonomi utama, ditambah dengan tanda-tanda pendinginan pasar tenaga kerja AS meningkatkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi global akan melambat pada tahun 2023.

Data ekonomi yang dirilis Selasa (10/1/2023) semakin meredam emas. National Federation of Independent Business melaporkan Indeks Optimisme Bisnis Kecil turun 2,1 poin pada Desember menjadi 89,8, yang merupakan level terendah sejak Juni dan menandai bulan ke-12 berturut-turut bahwa indeks berada di bawah rata-rata 49 tahun di 98.

Departemen Perdagangan AS melaporkan persediaan grosir AS naik satu persen dari bulan sebelumnya menjadi USD933,1 miliar pada November 2022, sejalan dengan perkiraan awal dan menguat dari kenaikan 0,6 persen pada Oktober.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 20,6 sen atau 0,86 persen, menjadi menetap pada USD23,665 per ounce. Platinum untuk pengiriman April terpangkas USD10,1 atau 0,92 persen, menjadi ditutup pada USD1.088,50 per ounce. (mg2)

Tags: emasharga emasInflasi

Berita Terkait.

PIS
Ekonomi

PIS Tancap Gas di Laut Dunia, 94 Persen Awak Kapal Tetap Pelaut Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 16:06
pdc
Ekonomi

Inklusi Nyata, Program PDC Dorong Difabel Tembus Batas Sosial

Senin, 20 April 2026 - 15:08
bolt
Ekonomi

Bolt Rayakan 9 Tahun Lewat “Boltversary”, Gabungkan Edukasi, Hiburan, dan Aksi Sosial

Senin, 20 April 2026 - 14:58
J&T
Ekonomi

Cek Resi Online Lebih Aman dan Nyaman, Ini Tips Praktis dari J&T Express

Senin, 20 April 2026 - 14:12
Gedung-BNI
Ekonomi

Pengamat Tegaskan Verifikasi BNI Penting untuk Validasi Klaim Dana

Senin, 20 April 2026 - 11:29
knecks
Ekonomi

Ekonomi Syariah Masuk Agenda Besar Negara, KNEKS Dorong Akselerasi

Senin, 20 April 2026 - 01:11

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    925 shares
    Share 370 Tweet 231
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.