Ekonomi

Emas Turun karena USD Menguat Jelang Data Inflasi

INDOPOSCO.ID – Harga emas melemah pada akhir perdagangan Selasa (10/1) atau Rabu (11/1) WIB menyusul aksi ambil untung dari kenaikan dua sesi sebelumnya karena USD lebih kuat ketika para pedagang menunggu data inflasi Amerika Serikat (AS) pekan ini untuk membantu memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, merosot USD1,30 atau 0,07 persen menjadi ditutup pada USD1.876,50 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di USD1.885,20 dan terendah sesi di USD1.872,00, seperti dikutip dari Antara, Rabu (11/1).

Emas berjangka terangkat USD8,10 atau 0,43 persen menjadi USD1.877,80 pada Senin (9/1), setelah melonjak USD29,10 atau 1,58 persen menjadi USD1.869,70 pada Jumat (6/1), dan tergelincir USD18,40 atau 0,99 persen menjadi USD1.840,60 pada Kamis (5/1).

Berita Terkait

USD menguat pada Selasa (10/1) karena pelaku pasar menunggu data inflasi utama AS, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,23 persen menjadi 103,2360.

Greenback yang lebih kuat membuat harga-harga komoditas berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi para investor pemegang mata uang lainnya. Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengurangi daya tarik emas.

Fokus minggu ini juga tertuju pada data inflasi indeks harga konsumen AS, yang diperkirakan akan semakin melambat pada Desember dari bulan sebelumnya. Tetapi pasar akan mengamati dengan cermat laju pelambatannya, mengingat tren inflasi masih jauh di atas kisaran target tahunan Fed.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button