Rupiah Melemah di Tengah Pasar Nantikan Rilis Data Inflasi AS

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (13/12) pagi melemah di tengah pasar yang menantikan rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (AS).
Rupiah pagi ini melemah 27 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp15.655 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.628 per USD.
“Nilai tukar rupiah masih berpeluang melemah terhadap USD hari ini mengantisipasi dua data penting AS yang akan dirilis yaitu data inflasi konsumen AS nanti malam dan rilis keputusan The Fed di Kamis dini hari,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa (13/12), seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga : Rupiah Menguat di Tengah Indikasi Pelonggaran Kebijakan Covid-19 China
Menurut Ariston, langkah antisipasi tersebut bisa mendorong pasar keluar dari aset berisiko terlebih dahulu sambil menunggu kejelasan data.
Ia menilai kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), sangat mempengaruhi pergerakan aset di pasar keuangan global. Data inflasi menjadi pertimbangan utama bank sentral saat ini untuk menentukan arah kebijakannya ke depan.
“Inflasi yang terus turun bisa memicu The Fed untuk semakin melonggarkan kebijakan moneternya dan ini mendorong pelaku pasar masuk kembali ke aset berisiko, dan sebaliknya,” ujar Ariston.
Data inflasi konsumen untuk November akan dirilis pada hari ini waktu AS dan diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 6,1 persen secara tahunan dalam pembacaan inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi, turun dari 6,3 persen pada Oktober.
Pekan ini juga merupakan salah satu yang paling padat makro sepanjang tahun ini, dengan empat bank sentral utama mengadakan pertemuan kebijakan terakhir mereka pada 2022. The Fed, ECB, Bank Sentral Inggris, dan Bank Sentral Swiss, akan merilis keputusan suku bunga minggu ini.
The Fed secara luas diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga 50 basis poin (bps) setelah serangkaian kenaikan 75 bps. Investor akan tertarik untuk mengetahui apakah perkiraan suku bunga Fed melebihi 5 persen.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah melemah ke arah Rp15.650 per dolar AS dengan potensi penguatan di level Rp15.600 per USD.
Pada Senin (12/12) rupiah ditutup melemah 45 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp15.628 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.583 per USD.(mg2)