Rupiah Berpeluang Menguat Dibayangi Kekhawatiran Inflasi dan Resesi

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (28/6) berpeluang menguat meski dibayangi kekhawatiran inflasi dan resesi global.
Rupiah pagi ini masih bergerak melemah 33 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp14.830 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.797 per USD.
“Nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat hari ini terhadap USD karena sentimen positif terhadap aset berisiko pagi ini di pasar Asia,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa (28/6).
Baca Juga : Rupiah Menguat Seiring Meredanya Kekhawatiran terhadap Inflasi
Ariston menyampaikan indeks saham Asia bergerak positif pagi ini, sama seperti pada awal pekan kemarin.
Optimisme pasar terhadap aset berisiko tersebut, lanjut Ariston, bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah.
“Pergerakan USD juga secara umum bergerak stabil dan sedikit tertekan terhadap nilai tukar utama dunia,” ujar Ariston, dikutip dari Antara.
Meskipun demikian, rupiah juga masih rentan melemah karena faktor-faktor yang melemahkan seperti sentimen kenaikan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve (Fed), kekhawatiran inflasi, dan resesi belum hilang.
“Indonesia sendiri dihadapkan oleh kenaikan harga-harga pangan yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi,” kata dia.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak menguat ke arah Rp14.770 per USD dengan potensi pelemahan di level Rp14.830 per USD.
Pada Senin (27/6) lalu rupiah ditutup menguat 51 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp14.797 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.848 per USD.(mg2)