INDOPOSCO.ID – Kegiatan Pasar Bedug selama bulan Ramadhan di Kota Jambi melibatkan ribuan pelaku UMKM yang menjual aneka produk terutama makanan dan sejenisnya.
“Para pedagang yang menjual aneka kuliner ini adalah para UMKM Kota Jambi, yang mana jumlah ribuan UMKM. Mereka menjajakan kuliner dan juga hasil-hasil produk mereka pada saat bulan Ramadhan ini sebagai upaya untuk membangkitkan ekonomi di masa pandemi,” kata Wali Kota Jambi Dr H Syarif Fasha di Jambi, Senin (4/4).
Pemerintah Kota Jambi kembali membuka kegiatan pasar bedug pada Ramadhan tahun ini, setelah dua tahun lalu kegiatan itu ditiadakan akibat pandemi Covid-19.
Kegiatan Pasar Bedug diresmikan oleh wali kota pada hari pertama puasa tahun ini berlokasi di Jalan Mr As’ad dan Jalan WR. Supratman, Pasar Kota Jambi, Minggu (3/4).
Wali Kota Jambi Syarif Fasha menegaskan Pasar Bedug ini diisi oleh ribuan UMKM kota Jambi. Sebab selain dua pasar itu juga terdapat Pasar Bedug lainnya di kecamatan-kecamatan yang dikelola oleh komunitas dan masyarakat serta dikoordinasikan oleh Camat dan atas izin Disperindag Kota Jambi
“Pasar Bedug perorangan boleh, apakah itu di pinggir jalan dan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” kata Syarif Fasha.
Syarif Fasha menegaskan kepada para pedagang untuk menjual makanan dan produk yang bersih dan sehat. Nantinya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga akan keliling untuk mengecek semua sampel-sampel makanan yang dijual.
Dirinya juga mengingatkan kepada pedagang untuk tetap menjalankan protokol kesehatan selama berjualan. Salah satunya tetap disiplin menggunakan masker saat aktifitas.
“Ada ribuan UMKM yang jualan di pasar bedug ini, Pasar Bedug kembali bergairah,” ujarnya seperti dikutip Antara, Senin (4/4/2022).
Sementara itu, untuk petugas keamanan Pasar Bedug, dikelola Pemkot Jambi yakni petugas dari Disperindag dan Satpol PP, kemudian yang di kecamatan-kecamatan akan dibantu oleh aparat Tramtib. Fasha mengimbau masyarakat atau komunitas yang melaksanakan Pasar Bedug untuk membentuk tim-tim baik itu tim parkir maupun tim pengamanan.
“Pembentukan tim guna mengatur area agar sampah tidak berserakan kemana-mana, tidak membuat macet lalu lintas dan juga membuat tertib pasar tersebut,” imbaunya.
Ia juga berharap yang mana saat pandemi Covid-19, kondisi perekonomian Kota Jambi di tahun 2021 pertumbuhan di angka 3,78 persen dan ditargetkan pada tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Kota Jambi mencapai 5 persen. (mg1)











