• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Banyak Keunggulan, Kementan Bangkitkan Pengembangan Budidaya Koro Pedang

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 14 Januari 2022 - 19:12
in Ekonomi
Kementan

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi nasional dengan membangkitkan hingga memperluas pengembangan komoditas yang memiliki pontesi ekonomi.

Tak banyak yang tahu, koro pedang merupakan komoditas tanaman pangan yang terlupakan namun memiliki banyak khasiat dan keunggulan terutama secara ekonomi sehingga menjadi perhatian untuk dikembangkan.

BacaJuga:

Siapkan Tenaga Kerja Kompeten, United Tractors Dukung Pendidikan Vokasi di Pati

Progres RDMP Balikpapan Capai 99 Persen, Pertamina dan Pemerintah Perkuat Koordinasi

Dirut BRMS Tambah Kepemilikan 5,5 Juta Saham, Produksi Emas Ditargetkan Meningkat

Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi menyebutkan koro pedang telah lama dikenal di Indonesia, namun kompetisi antar jenis tanaman menyebabkan tanaman ini tersisih dan jarang ditanam dalam skala luas. Tanaman ini dapat digunakan sebagai pupuk hijau, polong muda digunakan untuk sayur, sebagai bahan tambahan dalam fermentasi berbagai makanan tradisional seperti kecap, tempe, tahu, dan tauco dan banyak makanan terfermentasi dibuat dengan bahan dasar kedelai, yang sebenarnya dapat dicampur dengan aneka kacang potensial.

“Mari kita manfaatkan pangan lokal, pangan lokal itu punya nilai gizi tinggi. Tinggal bagaimana kita bisa mengolahnya supaya ada nilai tambah dan sudah ekspor ke luar negeri,” ujar Suwandi dalam webinar Propaktani, Kamsi (13/1/2022).

Baca Juga : Awal 2022, Kementan Tancap Gas Tingkatkan Layanan Informasi

Suwandi menambahkan berbagai pangan lokal Indonesia yang dimuat dalam cara bertindak 2 (CB2) terkait diversifikasi produksi dan pangan lokal seperti jagung, ubi jalar, ketela, singkong, talas, sagu dan lainnya diolah sedemikian rupa sebagai pangan pokok. Ini merupakan gagasan Menteri Pertanian SYL untuk meningkatkan diversifikasi pangan dalam rangka menumbuhkan sektor pertanian sebagai sektor utama meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan hingga nasional.

“Prinsipnya adalah produksi dalam negeri, konsumsi pangan lokal, hargai jerih payah petani. Kalau yang jual petani jangan ditawar, Viva Republik Indonesia” ujarnya.

Akademisi Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB University, Heny Purnamawati, menyebutkan biji koro pedang cukup prospektif sebagai alternatif pengganti kedelai karena kandungan proteinnya hampir sama dengan kedelai yaitu 30,36% sedangkan kedelai 35%. Selain itu produktivitasnya cukup tinggi dibandingkan jenis kacang tanah, kacang hijau dan kedelai, yaitu 4 hingga 20 ton per hektar, sedangkan pupuk hijaunya sekitar 40-50 ton per hektare.

“Tempe kedelai memiliki protein dan lemak sedangkan koro pedang memiliki protein dan pati. Nah ragi ini suka dengan adanya pati, jadi kita harus bisa mengendalikan. Jadi kelewatan sedikit proses fermentasinya maka tempe akan mejadi asam. Memang tempe koro pedang ini mempunyai kelemahan dari daya simpannya. Tempe koro pedang tidak tahan lama seperti tempe kedelai, namun hal ini dapat disiasati dengan mendistribusikan produk dalam bentuk tempe potong dalam kemasan,” jelasnya.

“Tanaman ini mudah dibudidayakan dan ditumpangsarikan dengan tanaman lain seperti ubi kayu, jagung, kopi dan lain-lain, sehingga cukup potensial untuk dikembangkan. Tanaman koro pedang memiliki sistem perakaran yang dalam sehingga cukup tahan terhadap kekeringan dan adaptif pada lahan kering masam,” lanjut Heny.

Sementara itu, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta, Badan Litbangtan Kementan, Soeharsono mengatakan beberapa keunggulan dari koro pedang, antara lain memiliki adaptasi yang luas pada lahan suboptimal, mudah dibudidayakan secara tunggal atau tumpangsari, cepat menghasilkan dengan biomasa untuk pupuk hijau atau pakan dan mengandung protein tinggi, dimana biji putih mencapai 27,4 % dan koro pedang biji merah 32 %

“Potensi hasilnya pun tinggi yakni 3,81 ton per hektare dan biomasa atau hijauan 2,48 ton per hektare dan juga potensi hasilnya tinggi 1,0 sampai 4,5 biji kering perhektar mencapai 12 ton per hektare. Kemudian, dapat dipanen mulai 4 bulan selama siklus hidupnya mencapai 15 bulan,” paparnya.

Pemerintah Daerah pun mengembangkan UMKM berbasis Koro Pedang di Yogyakarta, seperti di Kampung Srawung, Gedongkuning, Rejowinangun, Kota Gede, Yogyakarta dengan produk tempe dan Kampung Mengger, Pulutan, Wonosari, Gunungkidul dengan produk tempe, kripik, kecap, tauco dan egg roll. Kacang koro pedang, koro benguk dan kecipir merupakan beberapa bahan baku yang mungkin dapat digunakan sebagai bahan pemenuh atau substitusi kedelai.

Penelitian membuktikan bahwa tahu dapat dibuat dari biji kecipir, serta substitusi kedelai dengan aneka biji koro. Pilihan bahan-bahan dasar tersebut disebabkan karena kacang koro pedang, koro benguk, dan kecipir memiliki kandungan kimia yang hampir sama dengan kedelai, sehingga diharapkan dapat diperoleh tahu dengan kualitas yang tidak kalah dengan tahu dari kedelali murni.

Dari sekian banyak alternatif, tanaman koro pedang merupakan salah satu pilihan terbaik. Melalui pendayagunaan koro pedang, maka ketergantungan impor kedelai dapat dikurangi yaitu melakukan substitusi kedelai dengan koro pedang.(wib/PR)

Tags: biji koro pedangBudidayaKementankomoditas

Berita Terkait.

Siapkan Tenaga Kerja Kompeten, United Tractors Dukung Pendidikan Vokasi di Pati
Ekonomi

Siapkan Tenaga Kerja Kompeten, United Tractors Dukung Pendidikan Vokasi di Pati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:07
IHSG Menghijau, Pengamat Soroti Ancaman dari Dalam Kabinet
Ekonomi

Progres RDMP Balikpapan Capai 99 Persen, Pertamina dan Pemerintah Perkuat Koordinasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:43
Dirut BRMS Tambah Kepemilikan 5,5 Juta Saham, Produksi Emas Ditargetkan Meningkat
Ekonomi

Dirut BRMS Tambah Kepemilikan 5,5 Juta Saham, Produksi Emas Ditargetkan Meningkat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:04
Komatsu HD785-7 Hybrid EREV Mulai Diuji, Bidik Efisiensi Operasional Tambang
Ekonomi

Komatsu HD785-7 Hybrid EREV Mulai Diuji, Bidik Efisiensi Operasional Tambang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:20
PLN EPI Kembangkan Biomassa untuk Energi Hijau dan Kemandirian Ekonomi Desa
Ekonomi

AI Bikin PLTA PLN NP Makin Efisien, Tingkat Ketersediaan Pembangkit Capai 98,12 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05
PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa
Ekonomi

PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:37

OLAHRAGA

champion
Olahraga

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

INDOPOSCO.ID - Malam Liga Champions 2026/2027 matchday ketiga pada Rabu (21/10/2026) malam hingga Kamis (22/10/2026) dini hari WIB kembali menghadirkan...

SelengkapnyaDetails
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2645 shares
    Share 1058 Tweet 661
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1097 shares
    Share 439 Tweet 274
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1300 shares
    Share 520 Tweet 325
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1394 shares
    Share 558 Tweet 349
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.