Ekonomi

Emas Menguat Setelah Kekhawatiran Omicron dan Inflasi Angkat Daya Tarik

INDOPOSCO.ID Emas menguat sehingga kembali bertengger di atas level psikologis 1.800 dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dan mencatat kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir karena kekhawatiran atas lonjakan Omicron dan inflasi yang panas mendorong investor beralih ke aset-aset safe-haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, naik 6,7 dolar AS atau 0,37 persen menjadi ditutup pada 1.804,90 dolar AS per ounce. Emas spot juga menguat 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.802,12 dolar AS per ounce pada pukul 18.56 GMT. Emas naik sekitar 1,1 persen untuk minggu ini.

Baca Juga : Perbaikan Sektor Kesehatan Sokong Inflasi dan PMI Manufaktur

Sehari sebelumnya, Kamis (16/12), emas berjangka melonjak 33,7 dolar AS atau 1,91 persen menjadi 1.798,20 dolar AS setelah tergelincir 7,8 dolar AS atau 0, 44 persen menjadi 1. 764, 50 dolar AS pada Rabu (15/12), dan jatuh 16 dolar AS atau 0,89 persen menjadi 1.772,30 dolar AS pada Selasa (14/12).

Ekuitas jatuh secara keseluruhan, tertekan oleh pergerseran ke sikap lebih hawkish oleh bank-bank sentral global yang ingin menjinakkan kenaikan tekanan harga dan risiko ekonomi yang ditimbulkan oleh meningkatnya kasus Covid-19.

“Pertumbuhan akan melambat di kuartal berikutnya, dan ekuitas AS terkoreksi dari level tertingginya, sehingga tampaknya ada kepanikan dari ekuitas beralih ke aset safehaven seperti emas dan perak,” kata Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Phillip Streible seperti dikutip Antara, Sabtu (18/12/2021).

Baca Juga : Kenaikan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button