• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

20 Paket Wisata Baru Kampung Cikadu Tanjung Lesung Diluncurkan

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 14 November 2021 - 15:21
in Ekonomi
Kampung wisata

Kampung wisata Cikadu KEK Tanjung Lesung penghasil kerajinan bambu (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tanjung Lesung di Provinsi Banten menjadi salah satu dari destinasi super prioritas telah bersiap menerima kunjungan wisatawan. Sepinya roda ekonomi pariwisata akibat pandemi dalam hampir dua tahun terakhir jelas berdampak pada kawasan ekonomi khusus itu.

Dan tiba saatnya bagi Tanjung Lesung untuk bangkit kembali membangun dan mensejahterakan masyarakatnya melalui ekonomi pariwisata. Kawasan itu dikembangkan dengan melibatkan berbagai pihak termasuk kalangan swasta dan perguruan tinggi.

BacaJuga:

Bukan Daerah dengan Potensi Sawit, Magelang Justru Didorong Jadi Pusat Inovasi

Pemilu Tinggal Klik, DPR Minta Anggaran E-Voting Masuk Rencana 2027

Soroti Pembentukan DSI, Apcasi: Cerminan Ketidakjelasan Arah Kebijakan Ekspor SDA

Salah satunya President University yang mendapat dukungan nyata dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, dalam bentuk Matching-Fund untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis dengan pihak Industri.

Baca Juga : Berwisata ke Obelix Hills Yogyakarta

Dalam mengemban dukungan itu, President University bekerja sama dengan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Tanjung Lesung, PATA (Pacific Asia Tourism Association) Indonesia, ASITA (The Association of Indonesia Travel Agents), dan WTD Indonesia (World Tourism Day).

Kolaborasi itu menangani kegiatan Akselerasi dan Komersialisasi Kampung Wisata Cikadu, Desa Tanjung Jaya di Kawasan Penyangga (buffer-zone) KEK Tanjung Lesung, yang berjarak 180 km dari Jakarta, atau ditempuh sekitar 3 jam via Tol Jakarta-Merak dengan =mobil.

KEK Tanjung Lesung merupakan salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas yang ditetapkan Pemerintah untuk dikembangkan, dan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor Pariwisata di Indonesia.

Baca Juga : Pulau Kolorai, Malut, Ditetapkan Kemenparekraf Jadi Daerah Wisata

Penetapan KEK Tanjung Lesung sebagai kawasan pariwisata merupakan salah satu program pemerintah dalam peningkatan perekonomian nasional, selain peningkatan pendapatan negara, KEK ditujukan sebagai “trigger effect” bagi wilayah sekitarnya.

Dengan penetapan itu, kawasan KEK Tanjung Lesung direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten bagian selatan. Dan hub dari KSPN KEK Tanjung Lesung, berada di Kampung wisata Cikadu, Desa Tanjung Jaya.

Menurut Dr. Agus Canny, M. A., M. Sc., Executive Director, PATA Indonesia, kerja sama perguruan tinggi dengan industri diharapkan dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Hal ini tidak lain bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi dan keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat Desa Tanjung Jaya secara berkesinambungan, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif, dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan generasi berikutnya.

Dalam proyek itu, President University telah merampungkan pemetaan potensi kampung wisata, dimulai dengan survei lapangan, menemukan permasalahan, kemudian mempelajari teori yang sesuai dengan permasalahan.

Pemetaan itu, mengacu pada pendekatan komprehensif (seluruh aspek), pendekatan integratif (memadukan seluruh pihak terlibat), dan pendekatan realistis (memadukan pertimbangan ideal vs pragmatis), dengan mengambil data primer melalui FGD (Focus Group Discussion) dan In-Depth Interview kepada para pengrajin serta kelompok UMKM terkait. Mereka tersebar di 6 kluster kampung, DesaTanjung Jaya, yaitu Cikadu; Kepuh; Muncang; Sukamulya; Cipanon, Sumber Jaya, sebagai salah satu dasar untuk pengembangan desa wisata.

Director of Partnership President University Michael Rino, SE., MBA, mengatakan berdasarkan empat aspek 4-A yaitu Attraction (daya tarik); Aksesibilitas; Amenities (fasilitas); Ancillary( kelembagaan); pihaknya didukung oleh PATA Indonesia, WTD Indonesia dan ASITA, mencoba mengaplikasikannya dalam model produk desain, yaitu 20 paket wisata baru, yang ideal dan kontekstual untuk Kampung Wisata Cikadu.

Maka terhitung mulai 13 November 2021, Program Komunikasi Informasi Edukasi( KIE) Kampung Wisata Cikadu, dipimpin oleh Danni Wahyudi Manta, dari Cikadu Edutourism Center sebagai operator penyelenggara, siap menjadi hub Desa Tanjung Jaya.

Pada kesempatan yang sama juga diluncurkan 20 paket wisata baru yang dikembangkan melibatkan berbagai pihak dapat dilihat di website Window of Tanjung Lesung.

Ketua Umum ASITA, Dr. Nunung Rusmiati, M. Si, menyambut baik peluncuran 20 Paket Baru Kampung Wisata Cikadu, KEK Tanjung Lesung, yang akan diteruskan kepada sekitar 7.000 perusahaan anggota ASITA, yang merupakan perusahaan travel agents di seluruh Indonesia.

Cikadu Edutourism Center di dalamnya ke depan akan ditawarkan kepada wisatawan selaku kawasan wisata desa berbasis edukasi (Edutourism) yang berpusat di Kampung Cikadu, Desa Tanjungjaya, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

President/ CEO PATA Indonesia, Purnomo Siswoprasetjo, yang juga Direktur Utama KEK Tanjung Lesung, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil peran turut membina pengembangan 20 paket wisata baru, Kampung Wisata Cikadu.

Sampai sejauh ini kawasan itu dikelola oleh para penggerak pariwisata di Desa Tanjungjaya yang memiliki semangat dalam mengembangkan pariwisata desa berbasis masyarakat dan melestarikan nilai- nilai sosial budaya lokal yang dimiliki.

Selain berfokus pada penjualan paket-paket wisata, di kawasan tersebut juga dikembangkan program pemberdayaan pada industri mikro Masyarakat di Desa Tanjungjaya. Sebanyak 50 pengrajin dari 4 kampung yang tersebar di desa ini didampingi dalam pengembangan riset produk, pengemasan, hingga penjualan produk- produk baik offline maupun online.

Sementara Panca R Sarungu, Ketua Umun MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) mengungkapkan kerja sama antara President University dengan Kampung Wisata Cikadu, harus terus berlanjut dan terwujud dalam pengembangan kawasan buffer-zone KEK Tanjung Lesung, diharapkan akan menjadi“ role model” nasional khususnya dalam peluncuran paket-paket wisata.

Lanjut Panca yang juga Wakil ketua umum DPP GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) juga melihat ke depan desa wisata berbasis bahari harus semakin diperbanyak dan diharapkan dengan kolaborasi ini mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk masyarakat sehingga mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi. (mg1)

Tags: destinasi super prioritasKEK Tanjung Lesungtempat wisata

Berita Terkait.

Workshop
Ekonomi

Bukan Daerah dengan Potensi Sawit, Magelang Justru Didorong Jadi Pusat Inovasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:57
E-Voting
Ekonomi

Pemilu Tinggal Klik, DPR Minta Anggaran E-Voting Masuk Rencana 2027

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:46
Lahan-Sawit
Ekonomi

Soroti Pembentukan DSI, Apcasi: Cerminan Ketidakjelasan Arah Kebijakan Ekspor SDA

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:06
PTK Pacu Profit dan Transformasi, Siap Hadapi Era Digitalisasi serta Energi Rendah Karbon
Ekonomi

PTK Pacu Profit dan Transformasi, Siap Hadapi Era Digitalisasi serta Energi Rendah Karbon

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:04
Wamenkop Tekankan Profesionalisme Koperasi Pesantren agar Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi

Wamenkop Tekankan Profesionalisme Koperasi Pesantren agar Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:02
BMKG Catat 13 Gempa Susulan di Palu, Warga Diimbau Tetap Waspada
Ekonomi

PLN EPI Kembangkan Madu Kelulut di Kutai Kartanegara, Bidik Ekonomi Hijau Berbasis Warga

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:01

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7104 shares
    Share 2842 Tweet 1776
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1062 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    897 shares
    Share 359 Tweet 224
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.