Disway

Pancingan DMO

INDOPOSCO.ID – Saya belum tahu, kemarin pagi: bahwa babi itu mati lagi. Awalnya ia mati karena diambil jantungnya: untuk dipasang di dada manusia –yang punya jantung rusak berat. Lalu babi itu mati lagi bersama manusia itu: beberapa hari lalu.

Sebenarnya saya punya banyak waktu untuk tahu semua itu: toh saya menganggur sepanjang perjalanan dari Surabaya ke Jakarta. Tapi ngantuknya bukan main. Saya tidur hampir sepanjang perjalanan: mumpung Kang Sahidin yang mengemudikan mobil.

Dua malam berturut saya bangun jam 02.00: untuk Liverpool dan Real Madrid. Saya tidak mengira umur manusia yang menggunakan jantung babi itu hanya dua bulan. Awalnya seperti sangat optimistis. Dalam dua minggu orang itu sudah bisa duduk. Belum ada penjelasan ilmiah mengapa David Bennett itu akhirnya meninggal. Biarlah para peneliti menyusun hasil penelitian mereka. Yang jelas langkah pertama itu sangat bersejarah: jantung babi bisa dipakai manusia. Tinggal kelak kita akan tahu mengapa akhirnya mati juga.

Berita Terkait

Upaya menghidupkan manusia sakit, memang luar biasa. Sampai berusaha mengganti jantung sakit dengan jantung babi. Padahal di luar sana, di Ukraina sana, orang sehat disuruh mati.

Cara mati mereka pun harus dicicil. Berhari-hari. Tidak selesai-selesai. Ini sudah hari ke 15 perang di Ukraina itu. Belum terlihat kapan selesai.

Saya belum berani menyebutkan jumlah yang mati: angka masih simpang siur. Masing-masing pihak mengumumkan jumlah kematian sebagai bagian dari perang urat syaraf.

Bahkan kita juga belum tahu perang ini akan dibawa ke mana. Sebatas di Ukraina atau perlu dilebarkan ke Rusia, ke Polandia, ke Jerman, ke Prancis pun sampai ke Inggris.

Sejauh ini Eropa tidak sampai terpancing untuk terlibat secara fisik. Amerika Serikat pun begitu. Tapi di semua sektor kehidupan terbagi dalam aliran-aliran: lunak sekali, lunak, moderat, keras dan keras sekali.

Aliran paling keras di kubu Eropa pun berusaha memancing di air yang sedang keruh. Pancingan terakhirnya Anda sudah tahu: Polandia mengusulkan untuk menyerahkan pesawat tempur MIG-29 ke Amerika Serikat. Gratis. Diserahkan begitu saja.

Pesawat itu tidak harus dikirim ke benua Amerika. Bisa dikirim ke alamat yang lebih dekat: ke Jerman. Untuk ditaruh di pangkalan militer Amerika di barat kota Mannheim.

Maksudnya: agar Amerika menggunakan pesawat itu untuk menyerang Rusia di Ukraina. Dengan demikian Amerika tidak perlu menggunakan pesawat bikinan Amerika.

MIG-29 adalah pesawat tempur bikinan Rusia (d/h Uni Soviet). Setara dengan F-15 Eagle bikinan Amerika Serikat. Berarti itu pesawat sisa-sisa masa lalu – -ketika Polandia masih masuk blok Soviet.

Polandia punya 40 lebih pesawat MIG-29. Itu bikinan tahun 1970-an, tapi mulai digunakan tahun 1981. Begitu tua. Masih bisa jalan.

Kalau Rusia diserang dengan MIG-29, diibaratkan Rusia diserang pesawat Rusia sendiri.

Ukraina sendiri punya MIG-29. Jumlahnya 37 buah. Belum ada yang digunakan untuk melawan Rusia. Polandia, selama ini, ikut mendidik poliot Ukraina agar bisa menerbangkan MIG-29, tapi belum cukup hebat.

Amerika sudah terang-terangan menolak sedekah MIG-29 itu. Skenario di balik sedekah itu terlalu mencolok. Siapa pun langsung bisa membaca: Amerika akan dibenturkan dengan Rusia. Amerika tidak mau.

Kalau skenario Polandia itu berjalan, tentu perang cepat selesai: hanya korbannya yang tak terbayangkan besarnya.

Perang selalu menjadi bencana buatan. Sampai-sampai Bank Dunia mengingatkan perang di Ukraina ini bisa memicu kerusuhan di banyak negara: akibat kenaikan harga-harga dan kelangkaan bahan makanan. Media Barat sudah memublikasikan kekhawatiran Bank Dunia itu.

Kita beruntung: punya sumber pangan yang cukup. Musim hujan juga begitu bagusnya tiga tahun terakhir: petani bisa tanam padi tiga kali setahun.

Maka kalau akan ada DMO untuk minyak goreng, rasanya itu sesuai saja dengan lampu kuning yang dikedipkan Bank Dunia.

Mengeluarkan DMO minyak goreng toh lebih mudah dari mengubah konstitusi. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Mati Hidup

Yadi-Mof
Dua tahun saya menjadi pembaca setia Abah. Baru sekarang ikut komen. Karena saya sudah 18 tahun jadi warga Sikka, tinggal di Maumere sampai sekarang. Terimakasih Abah sudah menulis tentang kab. Sikka. Saya bangga jadi bagian warga Kab. Sikka. Semoga Sikka semakin maju, hebat.

Mujib Abas
Adakah hubungan nama Sikka di NTT dengan Sikka di India? Ada kota Sikka negara bagian Gujarat di pantai Barat, dan Sikkal di Tamil Nadu, pantai Timur. Ini menarik, karena dari kedua daerah ini dahulu kala banyak orang India bermigrasi ke kepulauan Indonesia. Lebih menarik lagi, lihatlah perawakan sang bupati, kulit coklat gelap tapi hidung mancung! Lihat pakaian perempuan Sikka, seperti memakai sari!

Udin Salemo
Pemilu gak bisa dipercepat. Karena gak ada undang-undangnya. Tapi bisa diperlambat. Karena undang-undangnya bisa dibuat. Kalau untuk menguntungkan diri sendiri & genk undang-undangnya bisa dipesan. Itulah faktanya. Hehehe…

Moh Sultan
Senang sekali membaca disway hari ini. Sebagai seorang kepala desa membaca seorang pemimpin yang terus bergerak menginspirasi membangun adalah vitamin jiwa. Di Indonesia bagian timur secara umum kebutuhan akan air untuk bertani merupakan kendala terbesar masyarakat petani tadah hujan. Di Lombok Nusa Tenggara Barat, di tempat tinggal saya, setelah menanam padi dengan air tadah hujan, setelah panen sawahnya menganggur atau ditanami kedelai. Setelah panen dan kemarau datang tanahnya akan terbelah. Banyak ahli pertanian tapi tidak ada yang mampu memberikan solusi terkait dengan sistem bertani tetes. Kalau cuaca bagus maka panen raya. Kalau tidak ada hujan, nasib tidak baik. Terkadang sering saya menyaksikan langsung protesnya ke Tuhan karena hujan tidak turun turun padahal tanaman lagi butuh air. Tuhan tidak peka apa yang petani mau. Secuek pemerintah yang selalu menaikkan harga pupuk ketika petani lagi membutuhkan pupuk murah dan menurunkan harga gabah ketika panen raya.

Disway Reader
Alat irigasi tetes dah banyak dijual via online. Saya saja nyirami pohon pisang pake irigasi tetes. Cuma kadang tledor. Selange kepacul. Anehnya walau kena pacul selange yo gak suwek. Elok to made in china. Rasane mung mak gendul….

Mirza Mirwan
Lulus dari STPDN (sekarang IPDN) dan menyandang gelar S.STP — Sarjana Sains Terapan Pemerintahan — dan harus kembali ke NTT adalah pilihan yang “mau tak mau” buat Fransiskus Roberto Diogo (Roby). Karena dulu itu masuk ke STPDN melalui provinsi — tiap provinsi punya kuota berapa jumlah mahasiswa yang akan diterima. Seleksinya juga di provinsi. Bahwa kemudian Roby ditempatkan di kabupaten Sikka, tanah kelahirannya, barangkali hanya kebetulan saja. Tetapi bahwa ia sudah dua kali maju dalam pilbup melalui dua partai yang berbeda dan gagal, namun masih berani maju melalui jalur independen, ini memang luar biasa. Dan Roby memenangi pilbup. Pelajaran apa yang bisa dipetik dari kasus Roby? Kemenangan Roby lewat jalur independen membuktikan bahwa cabup (atau Cawalkot) yang baik belum tentu menang dalam pilbup/pilwalkot. Perlu duit lebih banyak untuk melenggang — untuk mahar ke partai dan untuk biaya kampanye. Sedang melalui jalur independen hanya perlu biaya untuk pengumpulan KTP dukungan dan kampanye saja — nilainya mungkin lebih kecil dari mahar ke partai. Terlepas dari lewat jalur partai atau independen, nilai tambah seorang Roby adalah latar belakang pendidikannya yang S.STP tadi plus kepekaannya pada kepentingan rakyat. Semoga menjadi teladan bagi bupati/walikota di tempat lain.

ThamrinDahlan Ibnuaffan
#Mati Hidup @Anda Jadi Tahu Mulai hari ini Kamis 10 Maret 2022 awak mengimbangi jargon Abah “Anda Sudah Tahu ” dengan kosa kata “Saya Jadi Tahu” atau dalam bahasa Rusia : Ыфнф Офвш Ефргю . Terus terang membaca disway, awak dan mungkin Anda banyak memperoleh informasi baru atau terbarukan yang mungkin tidak ditemui di media sosial lain. Pilihan topik Abah dari hari ke-hari membuat kecanduan (Addict.). Istilah addict ini awak sering dengar dari Komjen Pol (P) Gorries Mere ketika menjadi anak buah Beliau di BNN. Saya Jadi Tahu ada Bupati Independent di Kabupaten Sikka Flores mampu mengalahkan calon usungan Parpol. Kisah berdarah darah Fransiskus Roberto Diogo (FRD) ingin membangun tanah kelahiran semoga menjadi inspirasi bagi generasi muda (yang membaca disway senusantara). Sukses membangun daerah berbanding lurus dengan kewenangan kekuasaan. Saya Jadi Tahu. Ilmu Almarhun BJ Habibie terkait Add Value ( nilai tambah) besi baja menjadi pesawat terbang berhasil diterapkan FRD ketika mengubah kopra melalui teknologie pertanian menjadi lebih benilai jual untuk kesejahteraan rakyat Sikka Flores. Anda Sudah Tahu, Lagu Maumere : “kekiri kekiri ke kanan ke kanan ” menjadi musik pengiring ketika Abah Senam Jasmani. Ketika menulis koment inipun awak mendengarkan lagu Maumere dentak regae. Luar biasa menghibur. Ыфдфь ыфдфьфт ыфнф офвш ефрг

Er Gham

Dalam paragraf kedua terakhir, disinggung soal pencalonan dengan murah. Ya betul Abah, pencalonan memang tidak murah. Tapi bukan juga mahal. Yang benar: mahal banget. Dulu, saya kira kenapa pemilu disebut sebagai ‘pesta demokrasi’ karena rakyat bergembira berbondong bondong ikut kampanye dan bebas jurdil mencoblos. Tapi sebenarnya pihak yang benar benar menikmati ‘pesta demokrasi’ adalah pihak pihak yang menerima dana yang ‘mahal banget’ itu. Tentu saja mereka tidak suka isyu ‘perpanjangan jabatan’. Mereka lebih suka ‘bisa tambah periode’ karena itu berarti ada pemilu, ada pilkada. Dan ada ‘pesta’ yang bisa dinikmati kembali.

manaph

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button