• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Matras Bambu

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Kamis, 25 November 2021 - 08:00
in Disway
disway
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Akhirnya saya temukan: siapa perancang fondasi bambu jalan tol tersulit di Indonesia itu: LAPI ITB –salah satu Unit Usaha Komersial milik Institut Teknologi Bandung (ITB). Di bawah pimpinan Ir Andi Kurnia Kartawiria.

Saya juga harus mengoreksi soal berapa lapis bambu yang harus dihampar di jalan tol antara Semarang-Demak, Jawa Tengah itu: 13 lapis. Bukan tiga lapis seperti di Disway Senin lalu.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Dari Ir Andi akhirnya saya tahu: berapa batang bambu yang harus ditanam di situ: 10 juta batang. Yang besarnya sudah berdiameter 10 Cm. Yang panjangnya 10 meter.

baca juga : Weekend

Jangan lupa: 10 juta bambu. Jenis bambunya bisa apa saja. Itulah bambu yang sudah berumur tiga tahun. Belum tiga tahun pun diterima asal diameternya sudah 10 Cm.

Bambu itulah yang dipakai untuk mengatasi kondisi tanah lembek di daerah itu. Yakni tanah tambak yang selalu tergenang air laut di saat pasang (rob).

baca juga : Marah Penugasan

Kalau tanah seperti itu diuruk, berapa juta truk pun tanah uruk itu akan ditelan bumi sia-sia. Maka bambu harus turun tangan.

Ada dua macam tugas bambu di situ. Pertama: bambu yang ditancapkan. Kedua: bambu yang dihamparkan.

baca juga : Marah Lain

Andi lahir di Bandung, Jawa Barat. Ia lulusan Tehnik Sipil ITB. Juga lulus S-2 di program studi (prodi) yang sama, di universitas yang sama. “Sekarang saya lagi ambil S-3 di Universiti Teknologi Malaysia,” katanya.

Lokasi yang harus ditancapi bambu itu selebar 150 meter, sepanjang 6 Km. Berbeda dengan sistem cerucuk di Pontianak, Kalimantan Barat, bambu di Demak ini tidak ditancapkan satu per satu. Setiap tujuh bambu diikat menjadi satu. Lalu ditancapkan. Jarak tancapan satu dengan berikutnya 1 meter.

Anda sudah tahu sendiri jumlah bambu yang harus ditancapkan: 7 x 150 x 6.000. Saya istilahkan itulah bambu cerucuk. Di Pontianak kondisi tanahnya mirip itu. Kalau Anda membangun rumah di Pontianak, juga harus menanam cerucuk dulu. Di sana yang dipakai cerucuk adalah batang pohon bentangor. Besar pohonnya sama dengan bambu untuk Demak itu. Atau sedikit lebih kecil. Kayu bentangor itu tidak akan lapuk. Kian kena air kian keras.

Apakah bambu untuk jalan tol Demak juga tidak akan lapuk?

“Tidak,” jawab Andi. “Asal, di bawah tanah itu tidak terjadi perubahan ekstrem dari basah ke kering,” jawab Andi.

Selain yang untuk cerucuk, ada bambu yang harus dihampar di atas cerucuk.

Awalnya, empat bambu dijejer. Diikat menjadi seperti rakit. Rakit itulah yang dihampar di atas cerucuk. Jarak satu rakit dengan rakit lainnya 40 Cm. Yang harus diihampari sama:  selebar 150 meter. Sejauh 6 Km.

Anda juga sudah bisa menghitung sendiri: berapa jumlah bambu yang dirakit yang dihampar di sana.

Setelah rakit itu dihampar, diberilah tanah di atasnya. Tebal tanah hanya sekitar 10 cm.

Di atas tanah itu dihampari lagi rakit bambu yang sama. Lalu ditutup tanah lagi setebal 10 cm. Lalu dihampari rakit bambu lagi. Tanah lagi. Rakit lagi. Tanah lagi. Sampai 13 lapis.

Ir Andi sudah punya pengalaman mengerjakan sistem fondasi seperti itu. Yakni di pelabuhan baru Kali Baru, sebelah Tanjung Priok. Yang dibangun semasa R.J. Lino menjadi Dirut Pelindo II. Pada 2012.

“Waktu itu kami pakai 6 juta batang bambu,” ujar Andi.

Apakah ia akan bisa mendapat 10 juta bambu untuk jalan tol Demak?

“Itu urusan kontraktor yang menang tender nanti,” ujarnya. “Harusnya bisa dapat. Di lokasi bambu yang 6 juta dulu sekarang kan sudah tumbuh lagi,” guraunya.

Proyek tol ruas Semarang-Sayung itu kini memang masih dalam tahap tender. Belum tahu siapa pemenangnya. Sedang yang ruas Sayung-Demak sudah hampir jadi.

Di atas matras bambu itulah jalan tol dibangun. Tidak perlu tiang pancang lagi. Memang di situ tidak mungkin menggunakan tiang pancang. Sampai 60 meter pun belum akan bertemu tanah keras di bawah sana.

Tiang pancang hanya digunakan di kanan kiri sungai. Memang ada dua sungai di jalur sepanjang 6 Km itu. Salah satunya sungai Sayung. Fungsi tiang pancang itu untuk penahan matras bambu. Agar tidak longsor ke sungai.

Tentu untuk gelar doktornya di Malaysia nanti, Andi akan membuat desertasi tentang fondasi bambu tersebut.

Maka selama kuliah S-3 ia bisa tetap di proyek. Sambil melakukan penelitian. Berarti hanya sesekali saja harus ke Malaysia –untuk diskusi dengan pembimbing. Apalagi penelitian laboratoriumnya juga dilakukan di ITB Bandung.

Kenapa pelabuhan Kalibaru tidak dijadikan penelitian doktornya?

“Penelitian saya tentang mekanisme transfer beban untuk sistem cerucuk matras bambu,” ujarnya. Tentang teknologinya sendiri sudah banyak dipakai di Indonesia.

Teknologi ini memang kelanjutan dan pengembangan ilmu lama: zaman perang. Zaman itu tentara menebang kayu untuk dihampar di rawa. Agar tank dan pasukan bisa melewati rawa.

Sistem itu juga sudah banyak digunakan di tambang, di pengeboran minyak dan di kebun sawit.

Begitu lebar fondasi dasar jalan tol di Sayung itu: 150 meter. Padahal lebar jalan tolnya hanya perlu sekitar 50 meter. Berarti jalan itu di situ nanti seperti berada di atas segitiga yang terpotong.

Itu memang bukan sekadar jalan tol. Tapi sekaligus tanggul laut. Agar rob bisa berhenti di situ. Agar tanah di selatan tol bisa kembali produktif.

Awalnya ada rencana dua proyek berbeda: proyek tol dan proyek tanggul laut. Lalu Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Dr Ir Ari Murwanto punya ide menggabungkannya.

Sebelum di jabatan itu, Ari memang menjabat Dirjen Sumber Daya Air. Dengan demikian Ari juga ahli mengenai kelakuan air. Sekaligus ahli jalan. Dua keahlian itu ia manfaatkan untuk membangun jalan tol yang sangat khusus di ruas Semarang-Sayung.

Dari proyek ini ahli Indonesia kian berpengalaman: kalau saja kelak harus mengatasi rob di Semarang. Setidaknya kini kian ada harapan: Semarang bisa dicegah dari ancaman tenggelam. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Disway Edisi 24/11: ‘Tragedi Pompom’

padas gempal

Itulah yang membedakan antara milik ibunya anak-anak dengan yang buatan pabrik.  Buatan pabrik, setelah habis kalengnya dibuang,. Milik ibunya anak-anak, setelah habis, wadahnya masih disimpan dan tidak ada tanggal expirednya, mbah. wkwkwk

Pryadi Satriana

“Bergembira & bahagia sampai tua.” OK. Fine. No problem. APA yg membuat bergembira & bahagia sampai tua: harta (baca: kekayaan), tahta (baca: jabatan/ status sosial), wanita (baca: kepuasan seksual)? ITULAH MASALAHNYA. Anda “memuaskan” Sang Naga, “memuaskan” Aku (the self). Saat meninggalkan dunia, “Sang Naga” dan “Aku” yang “melekat” pada jiwa yg tak mati itu tidak ada lagi yang “memuaskan”: ITULAH AWAL PENDERITAAN SESUNGGUHNYA. Salam.

Lbs

Salah satu hobi sy adalah ini: nonton film animasi. Dan salah satu film animasi yg pernah sy tonton adalah Free Birds. Menceritakan perjuangan ayam kalkun untuk merubah tradisi dalam perayaan Thanksgiving. Agar makanan favorit bukan lagi kalkun, tapi pizza. Si kalkun sampai harus pergi ke masa lalu untuk merubah tradisi. Menggunakan mesin waktu yg membawanya ke tahun 1621. Tepat 400 tahun dr sekarang. Awal mula perayaan Thanksgiving oleh penjajah Inggris dan orang Indian setiap selesai panen jagung. Bagaimana hasil perjuangan si kalkun? Anda sudah tahu. Dengan membaca artikel Abah hari ini: kalkun masih jadi santapan favorit…

Udin Salemo

Abah Dis gimana kabar SWF? Atau bagaimana kelanjutan tulisan Riau Satu? Hanya  bertanya, lho, bah. Semoga saya gak dianggap kebo. hehe…. Semoga dibaca Abah Dis dan gak masuk komentar kebo. Maaasuk Pry… (Pry teman saya di Pangkalan Bun sopir truk CPO)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Dari Morbidelli hingga Veda Ega, Panggung Pertamina Jadi Magnet Penggemar MotoGP
Olahraga

Dari Morbidelli hingga Veda Ega, Panggung Pertamina Jadi Magnet Penggemar MotoGP

Editor Ali Rachman
Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:28

INDOPOSCO.ID – Deru mesin bukan satu-satunya daya tarik Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Di luar lintasan, antusiasme penggemar juga...

SelengkapnyaDetails
Kapolri Mutasi Jajaran Polda Banten, Ini Daftar Lengkapnya

Bukan Sekadar Rebut Gelar, Turnamen Biliar FWUMKM Perkuat Sinergi Wartawan dan Pemerintah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:34
Hadi-Tj

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1061 shares
    Share 424 Tweet 265
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    915 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.