• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bila Semua Bergerak, Bukan Pekerjaan Berat Wujudkan Gratieks

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 10 Oktober 2021 - 15:57
in Nasional
indoposco

Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor secara virtual melepas ekspor pertanian serentak dalam Merdeka Ekspor didampingi Mentan Syahrul Yasin Limpo dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (14/8/2021). Foto : Kementan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Semua pemangku kepentingan diminta bahu membahu dalam mewujudkan Program Kementerian Pertanian (Kementan), yakni Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) 2020-2024. Di sisi lain, peranan Badan Karantina Pertanian (Barantan) sangatlah penting meningkatkan pelayanan fasilitasi pertanian, khususnya bagi ekspor pertanian. Selain itu, Barantan juga bagian dari perlindungan sumberdaya alam hayati pertanian dari ancaman hama penyakit yang berbahaya.

“Bagi sebagian orang yang baru mendengar, mungkin nggak masuk akal untuk mewujudkan tiga kali lipat ekspor pertanian sampai 2024. Saya kira ini kepentingan nasional, kepentingan kita semua. Apabila semua administrasi bergerak mewujudkannya, bukanlah pekerjaan yang berat untuk kita wujudkan tiga kali lipat ekspor,” kata Kepala Barantan Kementan Bambang MM saat memberikan keynote speaker dalam webinar yang digelar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) dan Barantan bertemakan ‘Strategi Pembiayaan Ekspor Pertanian untuk Mendukung Gratieks’, Sabtu (9/10/2021).

BacaJuga:

PLN EPI Dorong Solusi Iklim dari Pesisir, Blue Carbon Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi

Viral di Medsos Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Angkat Bicara

Penguatan Kurikulum Pesantren, MUI: Dorong Integrasi Tradisi dan Inovasi

Dari sisi on farm saja, lanjut Bambang, target tiga kali lipat ekspor pertanian dapat dengan mudah dicapai. “Target tiga kali lipat ekspor ini untuk kebaikan kita semua karena pengaruh akselerasi ekspor ini tentunya berdampak pada perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, kesejahteraan petani, sehingga wajib hukumnya semua pihak memberikan dukungan,” jelasnya.

Menurut Bambang, berkat semangat tiga kali lipat ekspor yang terus digelorakan Kementan selama ini, kini setiap daerah sudah mulai sadar akan potensi pertaniannya masing-masing, bahkan ikut bergerak menyuskeskan gerakan ekspor. Pada 2020, ekspor pertanian Indonesia telah menjangkau lebih dari 150 negara.

“Untuk mengangkat dan mengakselerasi ekspor sangat besar, terutama peluang bagi pengusaha yang saat ini sudah melaksanakan aktivitas usaha agribisnisnya maupun yang baru merintis, peluang itu sangat besar,” tandasnya.

Apalagi, kata Bambang, pemerintah telah menyediakan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada 2020 dialokasikan sebesar Rp56 triliun dan pada 2021 mencapai Rp71 triliun.

“Kami berharap pelaku usaha berani memanfaatkan dana perbankan tersebut. Usaha pertanian kalau diseriusi akan berhasil. Risiko kegagalan yang menjadi momok sebenarnya tidak sepenuhnya benar, kalau kita serius,” pungkasnya.

indoposco
Kepala Barantan Kementan Bambang MM (kanan) memberikan sambutan dalam webinar yang digelar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) dan Badan Karantina Pertanian (Barantan), Sabtu (9/10/2021). Foto : Forwatan

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementan RI Dedi Djunaedi, mengatakan, hampir semua komoditas perkebunan mengalami pertumbuhan yang meningkat selama Pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekspor dari 2020 dan 2021 (Januari-Juni) volume ekspor naik 3,4 persen dan nilai ekspor juga naik 44,8 persen.

“Saat ini baik dari segi volume maupun dari segi nilainya, ekspor pertanian memang masih didominasi kelapa sawit, kemudian diikuti karet, kelapa, kakao, kopi dan komoditas lainnya,” jelasnya.

Dedi menambahkan, Ditjen Perkebunan telah menetapkan komoditas ekspor dalam tiga bagian. Pertama, komoditas utama –dari sisi volume—antara lain kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala, vanili, kayu manis, cengkeh, dan teh.

Kedua komoditas andalan, yaitu sawit dan karet. Ketiga komoditas pengembangan seperti nilam, sagu, stevia, pinang, lontar, sereh wangi dan beberapa komoditas lainnya.

“Stevia tanaman untuk pertama kali kita sudah ekspor dan ini peluangnya sangat besar karena hanya beberapa negara di dunia aja yang bisa menghasilkan stevia. Apalagi kita berada di garis Khatulistiwa,” ujarnya.

Selain itu, potensi ekspor kopi mencapai Rp73,79 triliun, sedangkan capaiannya hanya Rp13,48 triliun. “Artinya ada kehilangan potensi ekspor sebanyak Rp 60,30 triliun. Karena itu perlu ada perbaikan, misalnya peremajan, maka angka tiga kali lipat tidak sulit,” terangnya.

Kepala Bidang Keamanan Hayati Nabati Barantan Ihsan Nugroho mengatakan, peran karantina dalam pertanian dalam peningkatan ekspor di antaranya memastikan komoditas pertanian yang diekspor sesuai dengan ketentuan Sanitary Phytosanitary (SPS) di negara tujuan.

“Kalau teman-teman kami di pelabuhan memperketat itu semata-mata untuk melindungungi sumber daya hayati kita. Kita tidak mempersulit, tetapi ketika tidak sesuai dengan ketentuan dengan kesehatan, tumbuhan dan hewan, itu tidak kita bisa main-main,” ujarnya.

“Jadi jangan anggap kami mempersulit di pelabuhan, kalau memang ada yang mengalami kendala. Silakan laporkan kepada kami. Artinya, Barantan ingin memberikan pelayanan terbaik dan tidak perlu ditakuti. Kami mitra yang baik untuk mendukung pelaku eksportir,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Ihsan, peran karantina dalam pertanian dalam peningkatan ekspor adalah memberikan jaminan kesehatan komoditas pertanian yang diekspor bebas dari quarantine pest negara tujuan.

“Karantina Pertanian juga sebagai focal point NPPO yang mampu menyampaikan Notification Non Compliance (NNC) ke negara tujuan apabila terdapat kendala ekspor,” tandasnya.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan drh Wisnu Wasisa Putra menjelaskan, pelayanan ekspor juga dilakukan melalui berbagai kebijakan seperti agro klinik ekspor.

”Keberadaan klinik ekspor sangat membantu petani dan kalangan eksportir pertanian untuk memberikan akses informasi terkait potensi dan proses bisnis ekspor produk pertanian,” ujarnya. (aro)

Tags: barantaneksporforwatanGRATIEKSkarantinaKementanpertanian

Berita Terkait.

PLN EPI Dorong Solusi Iklim dari Pesisir, Blue Carbon Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi
Nasional

PLN EPI Dorong Solusi Iklim dari Pesisir, Blue Carbon Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:57
Viral di Medsos Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Angkat Bicara
Nasional

Viral di Medsos Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Angkat Bicara

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:45
Penguatan Kurikulum Pesantren, MUI: Dorong Integrasi Tradisi dan Inovasi
Nasional

Penguatan Kurikulum Pesantren, MUI: Dorong Integrasi Tradisi dan Inovasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:31
Sinergi Energi Hijau, PTK Perkuat Logistik FAME Lewat Layanan Maritim Terintegrasi
Nasional

DPR Bicara IKN dan Kemampuan Fiskal: Prioritas Presiden Harus Diutamakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:04
Ahmad-Doli-Kurnia
Nasional

Baleg DPR Targetkan RUU Satu Data Indonesia Rampung Tahun Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:08
Abdullah
Nasional

Kasus GRIB dan Putri Ahmad Bahar Memanas, DPR: Ormas Tak Boleh Ambil Tugas Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:07

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    3579 shares
    Share 1432 Tweet 895
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    1615 shares
    Share 646 Tweet 404
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    1489 shares
    Share 596 Tweet 372
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1194 shares
    Share 478 Tweet 299
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1300 shares
    Share 520 Tweet 325
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.