INDOPOSCO.ID – Upaya melestarikan seni dan budaya daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pelaku industri dan usaha lokal. Salah satunya dilakukan Kopi Oplet, brand kopi legendaris asal Bogor, yang menjadi sponsor pertunjukan drama musikal Betawi bertajuk Raja Linglung persembahan Sanggar Oplet Robet di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), 28-30 Oktober 2026.
Dukungan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara industri kuliner lokal dan pelaku seni pertunjukan tradisional untuk menjaga eksistensi budaya Betawi di tengah perkembangan zaman. Selain mendukung keberlangsungan pertunjukan, kolaborasi ini juga menjadi sarana memperkenalkan kesenian daerah kepada generasi muda.
GM Sales & Marketing PT Bogor Japutra Jaya, Fransiskus Didin Samsudin, mengatakan keterlibatan Kopi Oplet dalam pertunjukan tersebut memiliki keterkaitan historis dan filosofis dengan Sanggar Oplet Robet.
Menurutnya, kesamaan nama Oplet menjadi salah satu faktor yang mempererat hubungan kedua pihak. Bahkan, nama Robet pada Sanggar Oplet Robet memiliki kemiripan dengan nama pemilik Kopi Oplet, Robert Hooke. Meski demikian, Robet dalam nama sanggar merupakan singkatan dari Rombongan Betawi.
“Dulu sekitar tahun 2015, Pak Haji Qubil (Bang Madit), pimpinan Sanggar Oplet Robet pernah berkunjung ke pabrik kami. Secara filosofis, kata ‘Oplet’ itu sendiri sangat identik dengan budaya Betawi. Karena pertunjukan seni ini mengangkat kebudayaan Betawi, kami merasa sangat cocok dan bangga bisa hadir untuk mendukung penuh,” ujar Frans, dikutip Jumat (30/10/2026).
Frans mengatakan, dukungan terhadap pertunjukan Raja Linglung juga menjadi bagian dari kepedulian perusahaan terhadap pelestarian budaya lokal, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan digitalisasi.
Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan ruang dan kesempatan untuk mengenal kesenian tradisional agar warisan budaya tidak semakin terpinggirkan oleh tren modern.
“Pertunjukan bertema seni dan budaya lokal seperti ini sekarang sudah semakin jarang. Kebanyakan orang dan anak muda sekarang lebih tertarik pada hal-hal yang modern dan kekinian. Oleh karena itu, kami sangat senang ada sanggar yang terus konsisten menyajikan seni pertunjukan luar biasa seperti ini,” lanjutnya.
Melalui drama musikal Betawi, Kopi Oplet berharap generasi Z dapat melihat bahwa seni tradisional memiliki daya tarik tersendiri dan tetap relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini.
Pertunjukan Raja Linglung juga menjadi ruang bagi Sanggar Oplet Robet untuk memperkenalkan kekayaan seni Betawi melalui pendekatan pertunjukan yang menggabungkan unsur drama dan musik.
Selain membawa misi pelestarian budaya, partisipasi Kopi Oplet dalam pertunjukan tersebut sekaligus menjadi strategi memperluas pengenalan merek dan produknya kepada masyarakat Jabodetabek.
Selama ini, Kopi Oplet lebih dikenal sebagai produk kopi lokal Bogor. Melalui kegiatan tersebut, perusahaan ingin menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk masyarakat Jakarta yang belum mengenal produk kopi yang telah hadir sejak 1975 itu.
Selama tiga hari penyelenggaraan, Kopi Oplet menghadirkan booth khusus yang menawarkan berbagai pilihan produk, mulai dari varian kopi untuk konsumsi umum hingga specialty coffee. Pengunjung dapat mencicipi langsung karakter rasa khas Kopi Oplet.
Sejumlah penonton mengaku baru pertama kali mengenal dan mencoba produk Kopi Oplet melalui kegiatan tersebut. Respons positif dari pengunjung menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar di luar wilayah Bogor.
Saat ini, distribusi Kopi Oplet tidak hanya mengandalkan pasar tradisional dan perdagangan elektronik (e-commerce), tetapi juga telah menjangkau sejumlah jaringan ritel modern, seperti Grand Lucky, Food Hall, Yogya, Indomaret, dan Osave, serta sektor perhotelan.
Pimpinan Sanggar Oplet Robet, H. Qubil, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kopi Oplet terhadap penyelenggaraan drama musikal Raja Linglung. Menurutnya, dukungan dari pelaku usaha menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan sanggar seni dalam menghadirkan pertunjukan budaya kepada masyarakat.
Dia berharap pertunjukan tersebut dapat menarik perhatian generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai seni Betawi yang merupakan bagian dari identitas budaya Jakarta.
Kolaborasi ini menjadi langkah awal bagi Kopi Oplet dan Sanggar Oplet Robet untuk membangun sinergi antara dunia usaha dan pelaku seni budaya. Ke depan, kedua pihak membuka peluang kerja sama lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesempatan yang tersedia.
“Harapan kami, kita bisa bertumbuh dan berkembang bersama. Kopi Oplet semakin dikenal luas oleh masyarakat, dan Sanggar Oplet Robet bisa terus berkarya serta menghidupkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Betawi,” pungkas Frans.
Kopi Oplet merupakan brand kopi legendaris asal Bogor yang berdiri sejak 1975. Didirikan oleh Suparno di kawasan Kedung Halang, Bogor, usaha keluarga ini kini diteruskan oleh putranya, Robert Hooke.
Kopi Oplet dikenal sebagai salah satu pelopor kopi kemasan sekali minum dari Bogor. Nama Oplet berasal dari merek usaha sabun keluarga sebelumnya dan terinspirasi dari moda transportasi umum oplet yang populer pada era 1960-1970-an. (srv)


















