INDOPOSCO.ID – Konektivitas infrastruktur gas bumi nasional memasuki babak baru. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil mengalirkan gas bumi dari Kabupaten Natuna ke Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping pada Selasa (27/10/2026) pukul 00.25 WIB. Bertepatan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, keberhasilan ini memperkuat akses pasokan energi domestik untuk menopang keandalan pembangkit listrik di Batam.
Pengaliran gas dilanjutkan dengan peningkatan laju alir secara bertahap hingga mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) menuju Tanjung Uncang pada pukul 01.01 WIB. Beroperasinya jalur ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi gas bumi dalam negeri sekaligus memperkuat fleksibilitas pasokan energi primer.
Pelaksana harian (Plh) Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam pembangunan dan pengoperasian infrastruktur WNTS-Pemping untuk memperluas akses gas bumi bagi kebutuhan domestik.
“Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-81, gas Natuna telah berhasil mengalir ke Batam. Capaian ini menjadi kado bagi kelistrikan nasional sekaligus wujud komitmen PLN EPI dalam menjalankan penugasan pemerintah. Konektivitas WNTS-Pemping membuka akses pemanfaatan gas bumi dalam negeri untuk memperkuat keandalan pembangkit serta mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, pasokan ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gas pembangkit PLN Batam selama pemeliharaan terencana (turnaround) fasilitas Jambi Merang pada 24 Oktober hingga 3 November 2026. Jalur alternatif tersebut memberikan ruang lebih luas bagi pengelolaan pasokan sekaligus menjaga kontinuitas operasional pembangkit.
Pipa WNTS-Pemping menghubungkan jaringan WNTS dengan fasilitas penerima gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping, Kepulauan Riau. Infrastruktur sepanjang sekitar 4,5 kilometer dengan diameter 16 inci dan kapasitas desain 300 MMSCFD ini menjadi penghubung penting untuk menyalurkan gas dari wilayah Natuna ke pasar domestik, terutama Batam.
Dari sisi legalitas, PLN EPI telah mengantongi Hak Khusus Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melalui Keputusan Nomor 088/KT.KOM/BPH.DGB/2026 yang berlaku hingga 17 Oktober 2046. Selain itu, Kementerian ESDM menerbitkan Izin Usaha Sementara Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa pada 26 Oktober 2026.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang mendukung pembangunan infrastruktur hingga pengaliran gas perdana. Menurutnya, koordinasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci agar seluruh tahapan berjalan dengan mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah, PLN Group, seluruh mitra, serta dedikasi tim yang mengawal setiap tahapan pekerjaan. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan pengaliran gas Natuna untuk mendukung keandalan kelistrikan Batam,” tuturnya.
Proyek ini juga diproyeksikan menopang kebutuhan gas jangka panjang. PLN EPI telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) pada 11 Juli 2025 untuk pemanfaatan gas dari Lapangan Mako, Wilayah Kerja Duyung. Pasokan yang direncanakan mulai mengalir pada 2027 tersebut mencapai 111 MMSCFD selama delapan tahun.
Dengan tersambungnya WNTS-Pemping, peluang penyaluran gas dari pengembangan lapangan baru di Natuna untuk kebutuhan domestik semakin terbuka. Infrastruktur ini sekaligus mendukung transformasi PLN EPI dari penyedia energi primer menjadi penyedia solusi energi primer terintegrasi.
Keberhasilan tersebut melibatkan dukungan Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, BPH Migas, SKK Migas, PT PLN (Persero), PT PLN Batam, produsen gas di Natuna, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI), PT Medco E&P Natuna Ltd, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Pelayanan Energi Batam (PEB), serta PT Batam Trans Gasindo (BTG).
Melalui penguatan integrasi sumber pasokan dan infrastruktur, PLN EPI melanjutkan upaya menghadirkan energi primer yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Mengalirnya gas Natuna ke Batam menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan sumber daya domestik bagi ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional.(her)


















